10 Ribu Santri Sumsel Bebas Buta Aksara Alquran, Herman Deru Apresiasi Capaian BKPRMI

Ia meminta para santri untuk terus menghormati dan menyayangi orang tua, sekaligus menghargai para ustadz dan ustadzah yang telah memberikan ilmu dan membimbing mereka dalam mempelajari Alquran.
“Jangan lupa kasih sayang orang tua kepada kalian. Hormat dan sayangilah orang tua, serta hormati ustadz dan ustadzah yang telah memberikan ilmu kepada kita semua,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Umum BKPRMI Sumatera Selatan Ustadz Firdaus, S.H., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Gubernur Herman Deru terhadap perkembangan pendidikan Alquran di Sumsel.
Menurutnya, dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan pemberantasan buta aksara Alquran sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan agama bagi generasi muda.
Dalam kesempatan tersebut, turut diberikan penghargaan kepada sejumlah santri berprestasi yang berasal dari Palembang, OKU Timur dan Muara Enim.
Kegiatan Tasyakuran Akbar dan Wisuda Akbar Santri TK/TPA BKPRMI tersebut turut dihadiri Bupati OKU Timur H. Lanosin, Bupati OKI Muchendi Mahzarekki, Wakil Bupati Banyuasin Netta Indrian, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan serta sejumlah pejabat lainnya.
Capaian 10 ribu santri yang dinyatakan mampu membaca Alquran tersebut diharapkan menjadi momentum untuk terus memperluas gerakan pemberantasan buta aksara Alquran di Sumatera Selatan, sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan sejak usia dini.(YL)














