723 ASN Kemenag Sumsel Ikuti Bimtek EWS ‘Si Rukun’ untuk Deteksi Dini Konflik Keagamaan
Sementara itu, Kapus PKUB M. Adib Abdusshomad dalam arahannya menegaskan bahwa peran aktif ratusan ASN ini sangat vital karena kerukunan merupakan fondasi utama pembangunan masyarakat.
“Mencegah itu jauh lebih penting daripada mengobati. Kerukunan dan kedamaian adalah investasi yang sangat mahal. Tanpa adanya kedamaian dan kerukunan, pembangunan yang sudah kita jalankan bisa hancur seketika akibat kerusuhan,” tegas Adib Abdusshomad.
Antusiasme 723 ASN Kemenag Sumsel dalam menguasai aplikasi “Si Rukun” diharapkan berdampak langsung pada ketenteraman publik.
Sistem ini dirancang untuk membentengi masyarakat dari dinamika sosial di mana konflik kepentingan non-agama sering kali dibungkus dengan sentimen keagamaan (distorsi agama).
Melalui pemantauan intensif di tingkat dasar, potensi gesekan dapat diantisipasi sejak awal sehingga tidak meluas menjadi eskalasi konflik di lapangan.
Atas kesiapsiagaan tersebut, Kapus PKUB memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Kanwil Kemenag Sumsel atas langkah proaktif, responsif, dan inovatif.
“Saya sangat mengapresiasi jajaran Kanwil Kemenag Sumsel yang sangat proaktif dan kreatif. Ini menunjukkan komitmen luar biasa dari Kakanwil dan para Kakankemenag Kabupaten/Kota di Sumsel,” puji Adib.(YL)


