Herman Deru Usulkan Tambahan 3.000 Rumah Subsidi, Menteri PKP Langsung Setujui

PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mengusulkan penambahan kuota rumah subsidi sebanyak 3.000 unit kepada Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
Usulan tersebut langsung mendapat persetujuan Menteri PKP dalam pertemuan virtual bersama kepala daerah, kepala satuan kerja, dan kepala balai di lingkungan Kementerian PKP, Rabu (30/9/2026), yang berlangsung dari Griya Agung Palembang.
“Ini saya langsung setujui, saya percaya dengan Sumatera Selatan,” kata Maruarar Sirait saat memberikan arahan dalam Zoom Meeting tersebut.
Persetujuan penambahan rumah subsidi Sumsel itu disampaikan setelah Menteri PKP mengapresiasi kinerja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama jajaran satuan kerja dan balai Kementerian PKP.
Apresiasi tersebut diberikan atas percepatan penyerapan anggaran serta pelaksanaan berbagai program Kementerian PKP di Sumatera Selatan.
Herman Deru mengatakan program rumah subsidi di Sumatera Selatan mendapat respons positif dari masyarakat. Pemerintah Provinsi Sumsel juga terus mendorong percepatan realisasi program perumahan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Menurut Herman Deru, Sumatera Selatan telah mendapatkan tambahan kuota program bantuan rumah sebanyak 13.000 unit dari pemerintah pusat melalui Kementerian PKP pada 2026.
Sementara itu, realisasi program rumah subsidi di Sumatera Selatan telah mencapai hampir 94 persen.
Capaian tersebut tidak terlepas dari koordinasi antara Kementerian PKP, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, pemerintah kabupaten dan kota, serta para pemangku kepentingan di bidang perumahan.
“Kami mengusulkan kepada Bapak Menteri, untuk rumah subsidi kuota bisa ditambah 3.000 unit dari 1.036 unit sebelumnya,” ujar Herman Deru.
Herman Deru menilai program perumahan Kementerian PKP memiliki dampak langsung bagi masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan akses terhadap hunian layak dan terjangkau.
Ia juga mengapresiasi adanya penyederhanaan aturan dan persyaratan dalam memperoleh bantuan perumahan. Kebijakan tersebut dinilai dapat mempermudah masyarakat untuk mengakses program pemerintah.
Gubernur Sumsel meminta seluruh jajaran pemerintah daerah segera merespons berbagai kebijakan dan regulasi baru di sektor perumahan.
Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengambil langkah konkret agar masyarakat yang membutuhkan rumah dapat memperoleh informasi dan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas bantuan yang telah diberikan kepada kami, terutama bantuan atas program Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” kata Herman Deru.
Dalam arahannya, Menteri PKP Maruarar Sirait meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan seluruh jajaran terkait memperkuat sosialisasi program perumahan kepada masyarakat.
Maruarar mengatakan masih banyak masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni. Kondisi tersebut, menurutnya, juga dapat ditemukan di kalangan TNI, Polri, ASN, hingga PPPK.
“Saya yakin, TNI/Polri, ASN, PPPK, masih ada yang belum memiliki rumah,” ujarnya.
Karena itu, Maruarar menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan kepala satuan kerja serta kepala balai Kementerian PKP.
Koordinasi yang berjalan baik diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan program sekaligus memastikan informasi mengenai bantuan perumahan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain membahas tambahan rumah subsidi, Herman Deru juga menyampaikan usulan terkait program penataan kawasan permukiman di Kota Lubuklinggau yang dikenal dengan nama “Kampung Ceria”.
Herman Deru menjelaskan, program tersebut telah dipersiapkan dan persyaratannya telah dilengkapi. Bahkan, pemerintah daerah telah melakukan pemaparan mengenai program tersebut.
Namun, Pemprov Sumsel memperoleh informasi bahwa program penataan kawasan tersebut berpotensi dialihkan ke provinsi lain.
Mendapatkan informasi tersebut, Herman Deru meminta perhatian Menteri PKP agar Sumatera Selatan tetap mendapatkan program penataan kawasan permukiman.
Maruarar Sirait kemudian meminta penjelasan lebih lanjut mengenai program “Kampung Ceria”. Setelah mendapat penjelasan bahwa istilah tersebut merupakan nama program penataan kawasan permukiman, pembahasan dilanjutkan untuk memastikan tindak lanjutnya.
“Saya minta Dirjen terkait memasukkan Sumatera Selatan mendapatkan program penataan kawasan tahun 2027,” tegas Maruarar.
Dengan adanya persetujuan tambahan kuota rumah subsidi dan arahan program penataan kawasan untuk 2027, Pemprov Sumsel diharapkan dapat terus memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak sekaligus meningkatkan kualitas kawasan permukiman di berbagai daerah.(YL)








