CSR Bank Sumsel Babel Bantu Penderita TB dan Warga Terdampak Kabut Asap Banyuasin

BANYUASIN, SRIWIJAYATERKINI.CO – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat di Kabupaten Banyuasin. Bank Sumsel Babel melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) menyalurkan bantuan Makanan Tambahan (PMT) bagi penderita Tuberkulosis (TB) sekaligus membagikan masker kepada masyarakat.
Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Posyandu Melati, Desa Tanjung Agung, Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membantu masyarakat menghadapi potensi dampak kesehatan akibat kabut asap. Selain Bank Sumsel Babel, kegiatan tersebut melibatkan Tim Penggerak PKK Kabupaten Banyuasin serta sejumlah dinas terkait.
Bantuan PMT diberikan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan nutrisi penderita TB selama menjalani pengobatan. Sementara pembagian masker ditujukan sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi paparan asap dan partikel yang dapat mengganggu kesehatan pernapasan.
Ketua TP PKK Kabupaten Banyuasin sekaligus Ketua TP Posyandu Kabupaten Banyuasin, Nabila Askolani Putri, mengatakan dampak karhutla perlu mendapat perhatian tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat.
Menurut Nabila, kondisi udara yang dipengaruhi kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya bagi kelompok masyarakat yang rentan.
“Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga serius terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu, pembagian masker ini menjadi salah satu langkah pencegahan untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap akibat karhutla,” ujar Nabila.
Ia mengatakan penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat ketika harus beraktivitas di luar rumah dalam kondisi udara yang kurang baik.
Nabila juga mengingatkan agar perhatian lebih diberikan kepada anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan rentan.
“Penggunaan masker menjadi salah satu upaya yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan asap. Terutama bagi kelompok rentan, kita berharap perlindungan terhadap kesehatan tetap menjadi perhatian,” katanya.
Di sisi lain, pemberian PMT kepada penderita TB menjadi bentuk dukungan terhadap masyarakat yang sedang menjalani proses pengobatan. Asupan makanan bergizi dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa pemulihan.
Nabila turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank Sumsel Babel melalui program CSR yang ikut mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan kesehatan masyarakat di Banyuasin.
“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami juga berharap kepedulian seperti ini dapat terus dilakukan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak karhutla,” ujarnya.
Selain menerima bantuan, masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan selama kabut asap. Aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika kualitas udara memburuk, sementara penggunaan masker dianjurkan saat masyarakat harus beraktivitas di luar rumah.
Warga juga diminta tidak mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul. Keluhan seperti batuk, sesak napas, mata perih maupun gangguan pernapasan lainnya perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan apabila berlanjut atau memburuk.
Sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, dunia usaha dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak karhutla di Banyuasin. Upaya penanganan tidak hanya diarahkan pada pengendalian kebakaran, tetapi juga perlindungan terhadap masyarakat yang terdampak.
Melalui program CSR Bank Sumsel Babel, dukungan terhadap masyarakat diwujudkan dalam bentuk bantuan kesehatan dan kebutuhan preventif. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat tetap menjaga kesehatan sekaligus memperkuat kepedulian bersama selama kondisi kabut asap masih menjadi perhatian.(YL)






