Zulkifli Hasan Buka Rakernas III PJS di Batam, 250 Wartawan dari 26 Provinsi Bakal Hadir

JAKARTA, SRIWIJAYATERKINI.CO – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dijadwalkan membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jurnalismedia Siber (PJS) di Batam, Kepulauan Riau, pada 4–5 November 2026. Kegiatan nasional ini diperkirakan dihadiri sekitar 250 wartawan yang berasal dari 26 provinsi di Indonesia.
Kehadiran Zulkifli Hasan menjadi salah satu agenda utama Rakernas III PJS. Selain membuka kegiatan, Menko Pangan tersebut juga dijadwalkan menyampaikan materi mengenai peran pers siber dalam mengawal kedaulatan pangan dan mewujudkan swasembada nasional.
Kepastian kehadiran Zulkifli Hasan disampaikan ketika menerima audiensi jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PJS di ruang kerjanya di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Zulkifli menyatakan kesiapannya untuk hadir langsung sekaligus membuka forum nasional organisasi wartawan media siber tersebut.
“Insya Allah, saya hadir membuka acara Rakernas III PJS di Batam. Sampaikan salam saya kepada teman-teman anggota PJS di seluruh Indonesia,” ujar Zulkifli Hasan.
Dalam Rakernas III PJS, Zulkifli Hasan dijadwalkan menjadi pembicara utama dengan mengangkat tema Peran Pers Siber dalam Mengawal Kedaulatan Pangan dan Swasembada Nasional.
Pembahasan tersebut berkaitan dengan pentingnya keterlibatan media dalam mengawal salah satu agenda strategis pembangunan nasional, yakni memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan Indonesia.
Pers memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai kebijakan pangan kepada masyarakat. Namun, fungsi jurnalistik tidak berhenti pada penyampaian informasi pemerintah.
Wartawan juga memiliki tanggung jawab untuk memantau pelaksanaan program di lapangan, mengungkap berbagai persoalan distribusi pangan, menyuarakan aspirasi petani, serta menyampaikan kondisi yang dihadapi masyarakat.
Melalui pemberitaan yang berbasis fakta, verifikasi, dan keberimbangan, media siber diharapkan mampu menjadi jembatan informasi sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial secara independen.
Dengan demikian, pembahasan kedaulatan pangan dalam Rakernas PJS tidak hanya menjadi ruang diskusi kebijakan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pemberitaan mengenai persoalan pangan nasional.



