Peluru Nyaris Tembus Kepala, Remaja di Sako Palembang Selamat Berkat Helm
PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Seorang remaja berusia 16 tahun nyaris menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Kecamatan Sako, Kota Palembang. Beruntung, korban...
PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Seorang remaja berusia 16 tahun nyaris menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di kawasan Kecamatan Sako, Kota Palembang. Beruntung, korban selamat karena peluru yang ditembakkan pelaku meleset dan hanya mengenai helm yang dipakainya saat berkendara sepeda motor.
Peristiwa mencekam tersebut dialami korban berinisial MRA pada Rabu, 10 Desember 2025, sekitar sore hari. Saat itu, korban tengah mengendarai sepeda motor seorang diri melintas di Jalan Musi Raya menuju Sialang, Kecamatan Sako Palembang. Tanpa diduga, korban berpapasan dengan sepeda motor yang ditumpangi dua orang yang diduga pelaku.
Berdasarkan keterangan keluarga korban, pelaku diduga memiliki dendam pribadi terhadap MRA. Ketika berpapasan di jalan, pelaku yang dibonceng temannya tiba-tiba mengeluarkan senjata api berwarna hitam dari saku bagian depan bajunya dan langsung melepaskan tembakan ke arah korban.
“Pelaku mengeluarkan senjata api dan langsung menembakkan ke arah adik ipar saya,” ungkap Muchlis Rolan Pratama (31), kakak ipar korban, saat melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Palembang, Jumat (19/12/2025) sore.
Muchlis menjelaskan, korban tidak sendirian di jalan tersebut. Di belakang korban, terdapat seorang saksi yang merupakan teman korban yang juga mengendarai sepeda motor secara terpisah. Saksi tersebut melihat langsung detik-detik peristiwa penembakan yang membuat korban nyaris kehilangan nyawa.
Beruntung, saat tembakan dilepaskan, korban secara refleks menghindar. Peluru tersebut tidak mengenai tubuh korban, melainkan mengenai helm yang dikenakannya. Hal ini diketahui setelah helm korban ditemukan terdapat goresan bekas tembakan.
“Mendengar suara tembakan, adik saya langsung menghindar. Peluru hanya mengenai helm yang dipakainya,” jelas Muchlis.
Dalam kondisi panik dan ketakutan, korban langsung memacu sepeda motornya meninggalkan lokasi kejadian. Korban bahkan menutup kaca helm sambil menunduk agar tidak terlihat oleh pelaku. Aksi cepat korban tersebut diduga menyelamatkan nyawanya dari ancaman lebih lanjut.


