Program BELIDA, Strategi Polda Sumsel Perkuat Stabilitas dan Keselamatan Publik, Sambut Arus Mudik
OGAN ILIR, SRIWIJAYA TERKINI.CO — Polda Sumsel memperkuat implementasi Gerakan Nasional Indonesia ASRI melalui Program BELIDA (Bersih Lingkungan dan ASRI Daerah) yang digelar serentak di 17 kabupaten/kota, Sabtu (28/2/2026).
Kegiatan terpusat di Terminal Timbangan Indralaya ini dipimpin langsung Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr Sandi Nugroho, bersama Gubernur Sumatera Selatan Dr H Herman Deru dan unsur Forkopimda.
Program BELIDA menjadi tindak lanjut konkret atas arahan Presiden Republik Indonesia dalam menciptakan lingkungan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), sekaligus memperkuat kesiapan Operasi Ketupat 2026 menjelang arus mudik Lebaran.
Dalam arahannya, Kapolda Sumsel menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk ketaatan terhadap kebijakan nasional yang harus diwujudkan secara nyata di daerah.
“Hari ini kita menindaklanjuti apa yang menjadi perintah Bapak Presiden, melaksanakan Gerakan Indonesia ASRI,” tegas Kapolda.
Ia menambahkan bahwa Sumatera Selatan memiliki karakteristik tersendiri dalam mengimplementasikan gerakan tersebut.
“Di Sumatera Selatan kita memiliki ciri khas tersendiri, yaitu ikan Belida yang kita jadikan ikon untuk menciptakan nuansa yang berbeda, yakni melaksanakan kegiatan bersih lingkungan dan ASRI di Sumatera Selatan untuk mendukung program Bapak Presiden. Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan sinergitas Forkopimda baik di tingkat pimpinan provinsi maupun kabupaten, dan ini sudah dilaksanakan di 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan,” jelasnya.
Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif, bukan sekadar mengkritik tanpa solusi.
“Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat. Daripada kita banyak mengeluh atau mengkritisi yang tidak benar, marilah kita sama-sama ciptakan zero lubang di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Pada sesi doorstop, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru menyampaikan apresiasi atas resonansi kuat Gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan Presiden pada awal Februari lalu.
Menurutnya, instruksi tersebut tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi telah menjadi gerakan kolektif yang mengintegrasikan seluruh program kabupaten/kota dalam satu semangat bersama.
“Gerakan ini tidak berhenti sebagai instruksi, tetapi menjadi gerakan kolektif. Semua program di kabupaten/kota kini terintegrasi dalam satu semangat Indonesia ASRI,” ujar Gubernur.


