Ado Gawe dan Sedulang Ketan Jadi Andalan Palembang, Ini Dampaknya bagi Masyarakat

Peningkatan jangkauan pelayanan terlihat dari jumlah kegiatan yang terus bertambah. Pada 2024, Sedulang Ketan mencatat 103 kegiatan pelayanan. Jumlah tersebut meningkat menjadi 447 kegiatan pada 2025.
Sementara itu, hingga Oktober 2026, kegiatan pelayanan melalui inovasi tersebut telah mencapai 833 kegiatan.
Peningkatan jumlah kegiatan ini menunjukkan semakin intensifnya pelaksanaan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat.
“Melalui inovasi Ado Gawe, kami ingin membuka akses kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Sementara melalui Sedulang Ketan, pelayanan kesehatan harus semakin dekat dan dapat menjangkau masyarakat rentan yang selama ini mengalami keterbatasan akses,” jelas Ratu Dewa.
Dalam presentasi penilaian IGA 2026, Ratu Dewa juga memaparkan perkembangan indeks inovasi daerah Kota Palembang yang menunjukkan tren peningkatan.
Pada 2023, indeks inovasi daerah Palembang tercatat sebesar 68,13. Angka tersebut meningkat menjadi 84,24 pada 2024 dan kembali naik menjadi 88,02 pada 2025 dengan predikat sangat inovatif.
Menurut Ratu Dewa, peningkatan tersebut harus menjadi dorongan bagi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus mengembangkan terobosan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Ia menegaskan bahwa inovasi daerah tidak boleh hanya berorientasi pada penghargaan, melainkan harus menjadi bagian dari budaya kerja pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Pengembangan inovasi daerah bukan semata-mata untuk mendapatkan penghargaan. Yang paling penting adalah bagaimana inovasi tersebut menjadi budaya dalam penyelenggaraan pemerintahan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Palembang telah melaksanakan Deklarasi Budaya Inovasi pada 3 Maret 2025. Deklarasi tersebut ditandatangani bersama seluruh perangkat daerah untuk memperkuat pengembangan inovasi di lingkungan pemerintahan.
Selain itu, pengembangan inovasi juga diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah. Pemkot Palembang turut memperkuat kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perguruan tinggi, pemerintah daerah lainnya hingga media massa.
Melalui pengembangan Ado Gawe dan Sedulang Ketan, Pemkot Palembang berharap akses masyarakat terhadap informasi pekerjaan, pelatihan kerja dan pelayanan kesehatan semakin terbuka.
Dua inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah dijangkau, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian dan dukungan pemerintah.(YL)





