Apresiasi Tokoh Agama di Zikir dan Doa Kebangsaan, Menag Bicara Kerukunan Modal Pembangunan
“Kerukunan adalah modal dasar pembangunan,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Menag juga menyampaikan sejumlah kontribusi Kementerian Agama dalam mendukung program prioritas pemerintah. Di bidang pendidikan, lebih dari 5,1 juta siswa yang berada dalam dukungan Kementerian Agama telah menerima manfaat Program Indonesia Pintar. Sementara pada jenjang pendidikan tinggi, sebanyak 289.255 mahasiswa perguruan tinggi keagamaan tercatat menerima manfaat KIP Kuliah.
Transformasi pendidikan juga terus dilakukan melalui peningkatan kompetensi guru, pemberian tunjangan profesi, serta pembangunan dan revitalisasi sarana pendidikan. Dalam sambutannya, Menag menyebut revitalisasi dilakukan terhadap 556 madrasah dan sekolah keagamaan, pembangunan 352 madrasah serta 34 perguruan tinggi keagamaan negeri. Digitalisasi pembelajaran turut diperkuat melalui distribusi 2.180 papan interaktif digital kepada 551 madrasah.
Menag juga menyinggung kontribusi Kementerian Agama dalam penguatan pesantren, termasuk pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren dan dukungan terhadap pengembangan ekonomi pesantren. Selain itu, Kemenag terus mengembangkan Kurikulum Berbasis Cinta untuk membentuk peserta didik yang toleran dan peduli terhadap lingkungan melalui penguatan ekoteologi.
Menurut Menag, penguatan nilai agama juga perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan. Karena itu, Kemenag mendorong aksi nyata pelestarian lingkungan, antara lain melalui penanaman pohon, pelestarian mangrove dan terumbu karang, serta pemanfaatan ekoenzim.
Di bidang pemberdayaan ekonomi umat, Menag menyampaikan bahwa pengelolaan zakat dan wakaf terus mengalami p
“Kita meyakini bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi, kemajuan teknologi, atau ketangguhan politik. Bangsa yang besar juga dibangun oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, dan kokohnya kerukunan antarsesama,” ujar Menag.
Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dalam suasana kebersamaan lintas agama menjadi energi spiritual untuk memperkuat ikhtiar seluruh elemen bangsa dalam membangun Indonesia. Kehadiran para pemimpin dan tokoh agama dalam Zikir dan Doa Kebangsaan merupakan wujud nyata kecintaan terhadap tanah air.
“Semoga malam ini betul-betul doa kita dijawab, dikabulkan oleh Allah SWT. Dengan demikian, bangsa kita insyaallah akan terus mencapai puncaknya seperti yang pernah dicita-citakan oleh para pendiri bangsa kita,” pungkas Menag.(YL)


