Baharkam Polri Serahkan Sertifikat Audit Sistem Pengamanan Objek Vital Nasional Tahun 2025
“Audit ini bertujuan untuk ikut membantu sebuah perusahaan agar mendapatkan standar pengamanan yang benar-benar terbaik. Dari internal terkadang merasa sudah cukup dan sudah baik, padahal masih ada...
“Audit ini bertujuan untuk ikut membantu sebuah perusahaan agar mendapatkan standar pengamanan yang benar-benar terbaik. Dari internal terkadang merasa sudah cukup dan sudah baik, padahal masih ada hal-hal yang perlu ditingkatkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Komjen Pol. Karyoto menyampaikan bahwa hasil audit akan menjadi dasar pemberian rekomendasi dan masukan terkait kekurangan dalam sistem pengamanan. Rekomendasi tersebut mencakup aspek yang perlu diperbaiki maupun komponen pengamanan yang belum tersedia untuk segera diadakan.
Hal ini dinilai sangat penting guna menjamin keberlangsungan operasional perusahaan, terutama dalam menghadapi berbagai potensi risiko, baik yang bersifat teknis maupun non-teknis. Dengan sistem pengamanan yang baik, risiko gangguan terhadap aktivitas perusahaan dapat diminimalisasi.
“Dengan pengamanan yang semakin baik, risiko dapat diminimalisasi dan dikurangi. Melalui identifikasi risiko, fase-fase antisipasi dapat dilakukan,” ungkapnya.
Ia juga berharap ke depan semakin banyak perusahaan, baik BUMN maupun non-BUMN, yang bersedia mengikuti audit sistem pengamanan dan memperoleh sertifikasi dari Polri. Menurutnya, audit dan sertifikasi ini bukan semata-mata untuk kepentingan kepatuhan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang dalam menjaga keamanan dan keselamatan aset perusahaan.
“Apabila seluruh sistem sudah disusun dengan baik dan mitigasi dilakukan secara optimal, saya yakin risiko terhadap bencana non-alam seperti kebakaran dan kerusakan lainnya dapat diperkecil,” pungkas Komjen Pol. Karyoto.
Melalui kegiatan ini, Baharkam Polri berharap dapat meningkatkan kesadaran dan komitmen perusahaan terhadap pentingnya sistem pengamanan terpadu. Dengan demikian, stabilitas nasional, keselamatan pekerja, serta keberlanjutan operasional objek vital nasional dapat terus terjaga secara optimal.


