BEM FH Universitas Muhammadiyah Palembang Nyatakan Sikap Tegas Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Oknum Dosen
PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) menyatakan sikap tegas terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang...
PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) menyatakan sikap tegas terkait kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum dosen terhadap seorang mahasiswinya. Kasus tersebut belakangan viral dan menjadi perhatian publik, khususnya di lingkungan akademik.
Gubernur Mahasiswa Fakultas Hukum UMP, Egi Mahendra, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang diduga mencederai nilai-nilai moral dan etika akademik tersebut.
Ia menegaskan bahwa kampus seharusnya menjadi ruang yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual.
Menurut Egi, peristiwa dugaan pelecehan seksual itu diduga terjadi di kantor oknum dosen yang bersangkutan. Dosen tersebut diketahui juga berprofesi sebagai seorang advokat. Dugaan tindak pidana itu dialami oleh seorang mahasiswi saat sedang mengumpulkan tugas kuliah kepada dosen yang diduga sebagai pelaku.
“Hal ini tentu menciderai nilai-nilai moral, etika akademik, serta prinsip perlindungan terhadap mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi,” ungkap Egi dalam pernyataan sikapnya.
Ia menambahkan, dosen sebagai pendidik memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan rasa aman, perlindungan, serta keteladanan yang baik kepada mahasiswa. Setiap tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut, kata dia, harus mendapat perhatian serius dari pihak kampus.
Dalam pernyataan sikapnya, BEM FH UMP menegaskan bahwa setiap dugaan pelecehan seksual harus ditangani secara serius, cepat, transparan, dan berkeadilan. Penanganan tersebut harus mengedepankan perlindungan terhadap korban tanpa mengabaikan prinsip hukum yang berlaku.


