Danrem 044/Gapo Tinjau Pusat Rehabilitasi Satwa Punti Kayu, Pastikan Hewan Korban Karhutla Pulih

Menurut Danrem, dampak kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga mengganggu keberlangsungan hidup satwa liar. Karena itu, pemantauan terhadap kawasan yang memiliki ekosistem penting di Sumatera Selatan perlu terus dilakukan.
Beberapa kawasan yang menjadi perhatian di antaranya Suaka Margasatwa Padang Sugihan di Kabupaten Banyuasin, kawasan lahan gambut di OKI, serta kawasan hutan kota Punti Kayu.
Ia menegaskan, penyelamatan satwa harus berjalan beriringan dengan perlindungan habitat. Tanpa upaya menjaga kawasan hutan dan ekosistemnya, ancaman terhadap kehidupan satwa liar berpotensi terus berulang.
“Upaya penyelamatan satwa tidak cukup hanya melalui penanganan dan rehabilitasi, tetapi juga harus dibarengi dengan perlindungan habitat serta kerja sama lintas sektor,” tegasnya.
Danrem juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait dalam menangani dampak karhutla terhadap lingkungan.
Peninjauan tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan koordinasi dalam menjaga kelestarian TWA Punti Kayu. Kawasan ini memiliki fungsi penting sebagai ruang terbuka hijau sekaligus salah satu kawasan hutan kota yang menjadi penyangga lingkungan di Palembang.
Melalui kerja sama lintas instansi, penanganan satwa terdampak karhutla diharapkan dapat berjalan berkelanjutan, mulai dari penyelamatan, rehabilitasi, hingga pengembalian satwa ke habitat yang sesuai.(YL)





