Di Hadapan 10 Ribu Santri, Dirjen Pendis Sampaikan Pesan Menyentuh untuk Guru Al-Qur’an

Herman Deru Dukung Penguatan Pendidikan Al-Qur’an
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan tasyakuran dan wisuda akbar tersebut.
Herman Deru menegaskan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan sarana dan program pendidikan Al-Qur’an di Sumatera Selatan, termasuk dalam mendukung legalitas Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di seluruh daerah.
Pemerintah Provinsi Sumsel juga disebut siap memfasilitasi pencetakan buku kurikulum sebagai bagian dari penguatan pendidikan Al-Qur’an dan kepedulian terhadap lingkungan.
Sementara itu, Ketua Umum DPW BKPRMI Sumsel, Firdaus, menyampaikan sejumlah program terobosan yang tengah dikembangkan BKPRMI, termasuk pemanfaatan teknologi digital dalam memantau perkembangan para santri.
“BKPRMI kini meluncurkan aplikasi Mengaji untuk memantau capaian santri yang targetnya menjangkau 1,5 juta anak di Sumsel,” ungkap Firdaus.
Selain program digital, BKPRMI Sumsel juga menyiapkan distribusi buku Kurikulum Ekoteologi dan pemasangan 2.500 papan nama TPA Tahfiz dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sumsel.
BKPRMI juga berencana membentuk Lembaga Bantuan Hukum (LBH) untuk membantu mengawal berbagai persoalan hukum, termasuk sengketa lahan masjid, madrasah, dan pesantren.
Kegiatan tasyakuran dan Wisuda Akbar 2026 tersebut diikuti sekitar 2.000 santri secara langsung di PSCC dan 8.000 santri secara daring dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda Sumsel, para bupati dan wali kota, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan, Rektor UIN Raden Fatah Palembang Muhammad Adil, serta Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang Mukmin.(YL)














