Feby Herman Deru Apresiasi Batik Pewarna Alami Kampung Batik Madani Lubuk Linggau
Selain meninjau proses produksi, Feby juga berdialog dengan para pembatik mengenai teknik pembuatan, tantangan yang dihadapi, ragam motif, hingga filosofi yang terkandung dalam setiap karya yang dihasilkan.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap usaha para perajin, Feby membeli sejumlah kain batik hasil produksi Kampung Batik Madani. Menurutnya, batik dengan pewarna alami memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang besar untuk menjadi identitas khas Kota Lubuk Linggau.
Ia berharap keberadaan Kampung Batik Madani dapat terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat, baik di tingkat regional maupun nasional.
“Kampung Batik Madani ini menjadi bukti bahwa dengan kreativitas dan pemanfaatan kekayaan alam, perempuan mampu menggerakkan perekonomian keluarga. Mari kita dukung dan kembangkan bersama,” katanya.
Keberhasilan Kampung Batik Madani dinilai menjadi contoh bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Dengan dukungan berbagai pihak, sentra batik tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu destinasi unggulan yang membanggakan Kota Lubuk Linggau sekaligus memperluas pasar batik khas Sumatera Selatan.(YL)


