Gerakan Ayah Mengambil Raport Anak di Muba Tuai Pro dan Kontra, Ini Penjelasan Dinas Pendidikan
Tujuan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak
Yayan menjabarkan, terdapat beberapa tujuan utama dari gerakan tersebut, di antaranya:
Table Of Content
- Memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan formal anak.
- Meningkatkan keterlibatan laki-laki dalam tumbuh kembang anak yang selama ini cenderung didominasi oleh ibu.
- Membangun komunikasi langsung antara ayah dan guru terkait perkembangan akademik maupun karakter anak di sekolah.
“Dengan komunikasi langsung, ayah bisa mengetahui kondisi anaknya secara utuh, tidak hanya dari cerita di rumah,” tambahnya.
Bagaimana dengan Kondisi Khusus?
Dinas Pendidikan Muba menegaskan bahwa gerakan ini bersifat fleksibel dan tidak mengabaikan kondisi khusus yang dihadapi sebagian keluarga. Bagi ayah yang bekerja di luar kota atau tidak memungkinkan hadir secara langsung, pengambilan raport dapat diwakilkan.
“Bisa diwakilkan oleh ibu atau wali sah lainnya,” tegas Yayan.
Sementara untuk keluarga broken home, pihak dinas menekankan bahwa kepentingan terbaik anak tetap menjadi prioritas utama. Pendampingan pengambilan raport dapat dilakukan oleh ibu atau anggota keluarga yang menjadi pengasuh utama anak tersebut.
Dengan demikian, gerakan ini diharapkan tidak menjadi beban psikologis maupun administratif bagi orang tua. Sebaliknya, kebijakan ini diharapkan menjadi momentum bagi para ayah untuk sejenak hadir di tengah kesibukan, memberikan dukungan moril, serta menunjukkan kepedulian langsung terhadap pendidikan anak di sekolah.


