Gubernur Herman Deru Minta DREGS 2006 Jadi Garda Terdepan Lindungi Masyarakat dari Kejahatan Modern
Karena itu, ia meminta kemampuan prediktif anggota Polri terus dipertajam seiring berkembangnya pola kejahatan yang semakin cepat dan memanfaatkan teknologi informasi.
“Manajemen kejahatan sekarang berkembang sangat cepat. Penegak hukum harus lebih lincah karena pelaku sudah menguasai jaringan teknologi informasi. Musuh terberat kita saat ini adalah narkoba. Kita tidak pernah tahu dari mana datangnya, bagaimana peredarannya, dan siapa konsumennya. Namun yang jelas, narkoba menjadi ancaman serius bagi generasi bangsa dan harus menjadi fokus bersama,” tegasnya.
Kepada alumni SPN Betung Gelombang I Tahun 2006, Herman Deru menyampaikan keyakinannya bahwa angkatan tersebut telah membuktikan kapasitas dan dedikasinya. Bahkan, banyak di antara mereka yang kini telah dipercaya mengemban jabatan sebagai perwira.
Ia juga menyinggung kebijakan terbaru mengenai batas usia pensiun bintara sebagai bentuk penghargaan negara kepada anggota Polri agar semakin termotivasi meningkatkan profesionalisme dan kualitas pengabdian.
Secara khusus, Herman Deru berharap DREGS 2006 mampu menjadi contoh bagi seluruh angkatan dan alumni SPN Betung dengan membangun organisasi alumni yang solid, tertata, serta memiliki kepedulian terhadap sesama anggota.
“Secara pribadi saya ingin DREGS 2006 menjadi contoh bagi setiap angkatan dan alumni SPN Betung. Kelola organisasi ini dengan baik, tetap solid, dan jangan lupa memperhatikan anggota yang membutuhkan. Kebersamaan dan kepedulian harus terus dijaga,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Provinsi Sumsel Dr Darmayanti, Kepala Koordinator Siswa (Kakorsis) SPN Polda Sumsel Betung Tahun 2006 Brigjen Pol (Purn) Slamet Widodo, Ketua DPRD Kabupaten Ogan Ilir Edwin Cahaya Putra, Ketua DREGS 2006 Ipda Marcos Susanto, Ketua Panitia Dua Dekade DREGS Iptu Kristian, serta para anggota DREGS 2006 yang hadir.(YL)


