Herman Deru Wujudkan Jalan Khusus Batu Bara dan Empat Flyover, Akhiri Kemacetan Bertahun-Tahun di Muara Enim
“Tidak ada satu pun pihak yang tidak terlibat dalam hajat besar ini. Ini adalah pekerjaan bersama yang sudah lama ditunggu masyarakat Sumatera Selatan dan harus kita selesaikan bersama,” katanya.
Herman Deru menambahkan, pembangunan empat flyover di Kabupaten Muara Enim merupakan bagian dari upaya pemerintah mendukung kelancaran angkutan logistik batu bara tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
Pemerintah menargetkan operasional angkutan batu bara tetap berjalan optimal, baik bagi pengguna jalan maupun masyarakat yang berada di sekitar jalur perlintasan.
Seiring meningkatnya volume angkutan batu bara, kapasitas logistik juga diharapkan terus bertambah tanpa menimbulkan hambatan terhadap mobilitas masyarakat. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah membangun proyek strategis nasional di kawasan Keramasan berupa pelabuhan pengumpan berskala besar.
Agar operasional pelabuhan dapat berjalan optimal, kelancaran perjalanan kereta api pengangkut batu bara maupun lalu lintas di jalan umum harus sama-sama terjaga. Atas dasar itu, pemerintah bersama para pemangku kepentingan menyepakati pembangunan empat flyover di Kabupaten Muara Enim, yakni Flyover Simpang Belimbing, Flyover Gunung Megang I, Flyover Gunung Megang II, dan Flyover Ujan Mas.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim, Ir. H. Sumarni, M.Si., menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan Flyover Gunung Megang I yang dinilai sebagai wujud nyata kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan, PT Kereta Api Indonesia (Persero), serta PT Bukit Asam Tbk.
Menurutnya, pembangunan flyover tersebut merupakan impian yang telah lama dinantikan masyarakat, khususnya warga Kabupaten Muara Enim. Proyek ini juga menjadi bagian dari lima prioritas pembangunan daerah yang tengah didorong Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
“Selama ini peningkatan volume angkutan batu bara yang melintas di jalur rel berdampak pada mobilitas masyarakat. Kemacetan, hilangnya waktu produktif, terganggunya aktivitas ekonomi, hingga meningkatnya risiko kecelakaan menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat setiap hari,” ujar Sumarni.
Ia berharap pembangunan Flyover Gunung Megang I menjadi solusi fundamental dalam mengurai kemacetan sehingga distribusi batu bara sebagai kepentingan nasional dapat berjalan beriringan dengan kelancaran aktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Portofolio Management dan Teknologi Informasi PT Kereta Api Indonesia (Persero), I Gede Darmayusa, mengatakan penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut merupakan momen bersejarah yang diharapkan dapat menjadi model kolaborasi bagi daerah lain, di mana pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, BUMN, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan pihak swasta bersama-sama meningkatkan pelayanan publik sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.
Senada dengan itu, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Letjen TNI (Purn.) Bambang Ismawan, menekankan pentingnya pelaksanaan setelah penandatanganan kerja sama.
“Setelah penandatanganan ini, pelaksanaan jauh lebih penting. Selama ini pelaksanaan sering terkatung-katung. Jangan kita ribet di administrasi, tetapi sebaliknya administrasi harus mendukung pelaksanaan operasi. Itu yang selalu saya tekankan agar operasi berhasil. Namun, juga tidak boleh sembrono. Kita ingin cepat, tetapi tetap tepat,” tegasnya.
Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dihadiri Plt. Bupati Muara Enim Ir. H. Sumarni, M.Si., Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Letjen TNI (Purn.) Bambang Ismawan, Direktur Portofolio Management dan Teknologi Informasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) I Gede Darmayusa, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Selatan Panji Krisna Wardana, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Muara Enim.
Usai penandatanganan kerja sama, Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru bersama rombongan meninjau lokasi pembangunan flyover di perlintasan sebidang JPL 99 dan JPL 111, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim.(YL)


