Herman Deru Beberkan Strategi Sultan Muda, 100 Ribu Anak Muda Sumsel Didorong Jadi Pengusaha

JAKARTA, SRIWIJAYATERKINI.CO – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru mendorong generasi muda di Sumatera Selatan tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi berani menjadi pencipta lapangan kerja melalui pengembangan usaha.
Dorongan tersebut disampaikan Herman Deru saat menjadi narasumber Talkshow Interaktif “Sultan Muda Sumatera Selatan” di Panggung Utama Kriya Nusa, Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (26/9/2026).
Herman Deru mengatakan, pemberdayaan anak muda menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat ekonomi daerah. Menurutnya, jumlah penduduk usia produktif di Sumsel merupakan potensi yang perlu diarahkan melalui penguatan kewirausahaan.
“Hampir separuh populasi Sumsel berada pada usia produktif. Harapan bangsa dan daerah ada di tangan mereka. Tantangannya adalah bagaimana mengubah mindset, termasuk pandangan bahwa pekerjaan informal atau berwirausaha bukan pekerjaan utama,” ujar Herman Deru.
Menurut Herman Deru, perubahan pola pikir menjadi salah satu fokus dalam program Sultan Muda Sumatera Selatan. Generasi muda didorong untuk berani melihat peluang usaha dan tidak hanya bergantung pada satu pilihan pekerjaan.
Program Sultan Muda merupakan gagasan yang dikembangkan Herman Deru bersama Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang. Program ini melanjutkan semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat yang sebelumnya diperkuat melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).
Dalam pelaksanaannya, Pemprov Sumsel berperan sebagai fasilitator dengan menghubungkan pelaku usaha muda dengan berbagai lembaga pendukung. Jaringan tersebut mencakup BUMN, BUMD, perbankan, Bank Indonesia (BI), hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Herman Deru menyebut ekosistem Sultan Muda kini telah melibatkan sekitar 100 ribu anak muda Sumsel yang bergerak di berbagai sektor usaha dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus membuka akses bagi anak-anak muda, baik terhadap permodalan, teknologi maupun pasar. Mereka harus diberi ruang untuk berkembang dan membangun usahanya sendiri,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan kewirausahaan anak muda juga berkaitan dengan upaya memperluas kesempatan kerja serta mendukung penurunan pengangguran dan kemiskinan di Sumatera Selatan.
Selain membangun mental kewirausahaan, Herman Deru menekankan pentingnya penguasaan teknologi informasi, akses permodalan dan kemampuan pemasaran.
Pemprov Sumsel bersama sejumlah mitra juga memberikan fasilitasi bagi pelaku usaha muda yang ingin mengembangkan pasar, termasuk melalui sekolah awal ekspor, pendampingan sertifikasi balai karantina hingga uji pasar.
Menurut Herman Deru, pembinaan tersebut diperlukan agar produk yang dihasilkan anak muda Sumsel tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang untuk menembus pasar yang lebih luas.
Berbagi pengalaman ketika merintis usaha sejak usia muda, Herman Deru menyebut mentalitas dan kepercayaan menjadi modal penting dalam menjalankan bisnis.
“Memulai usaha membutuhkan mental perintis. Konsistensi dan trust atau menjaga kepercayaan merupakan modal utama dalam dunia bisnis. Saya meminta anak-anak muda memanfaatkan peluang yang ada, karena langkah kecil yang dilakukan hari ini dapat memberikan dampak besar bagi keluarga dan daerah,” tuturnya.
Program Sultan Muda Sumatera Selatan turut mendapat dukungan dari sektor jasa keuangan. Kepala OJK Sumsel Arifin Susanto mengatakan program tersebut memberikan ruang bagi generasi muda untuk belajar membangun sekaligus mengelola usaha.
“Sultan Muda ini inovatif karena digerakkan oleh anak muda. Untuk menjadi sejahtera, ada dua hal penting yang perlu dipahami, yaitu bagaimana menghasilkan uang melalui bisnis dan bagaimana mengelolanya secara bijak,” ujar Arifin.
Ia mengatakan, penguatan program juga dapat dilakukan melalui akselerasi digital, termasuk pemanfaatan pusat data dan aplikasi yang dapat menunjang aktivitas usaha para pelaku Sultan Muda.
Dukungan juga disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan Bambang Pramono. Ia menyatakan BI siap terlibat dalam pembinaan Sultan Muda dari sisi hulu hingga hilir.
Menurut Bambang, penciptaan sumber ekonomi baru menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi.
“Untuk menjaga inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, kita harus menciptakan sumber-sumber ekonomi baru. Kami siap mendukung mulai dari pembiayaan perbankan, pembinaan kompetensi ekspor hingga penyaluran CSR secara sistematis,” kata Bambang.
Program Sultan Muda Sumatera Selatan dengan dukungan pemerintah daerah, lembaga keuangan dan berbagai mitra diharapkan dapat terus memperkuat ekosistem kewirausahaan generasi muda.
Dengan jumlah peserta yang disebut telah mencapai sekitar 100 ribu orang, program tersebut diarahkan untuk membuka semakin banyak peluang usaha sekaligus mendorong anak muda Sumsel mengambil peran lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi daerah.(YL)








