Herman Deru Beberkan Tips Jadi Pengusaha Sukses di Hadapan Ratusan Calon ‘Sultan Muda’ Sumsel
Ia pun mengajak para peserta untuk tidak terjebak pada keterbatasan modal, melainkan memulai langkah dengan semangat dan optimisme. Menurutnya, teknologi AI harus dimanfaatkan sebagai alat untuk mendukung pengembangan usaha.
Pemerintah Provinsi Sumsel, lanjutnya, menargetkan lahirnya 100 ribu “sultan muda” melalui kolaborasi berbagai pihak, mengingat pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun ekosistem kewirausahaan.
Sementara itu, Associate Director AIM ASEAN, Sarita Kinanti, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif pihaknya yang dijalankan hingga tingkat regional ASEAN guna mendorong transformasi digital UMKM.
Ia mengungkapkan, Sumatera Selatan memiliki akar sejarah kuat dalam dunia kewirausahaan sejak masa kejayaan Sriwijaya, yang dikenal tidak hanya sebagai kekuatan maritim, tetapi juga pusat perdagangan dan teknologi pada masanya.
“Ini bukan kebetulan. Sumsel punya DNA saudagar. Tantangan ke depan adalah bagaimana UMKM mampu beradaptasi dengan digitalisasi dan memanfaatkan data,” ujarnya.
Sarita menambahkan, pelatihan AI ini tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga menekankan aspek etika dan tanggung jawab dalam pemanfaatannya untuk bisnis.
Melalui program ini, diharapkan UMKM di Sumatera Selatan dapat berkembang secara berkelanjutan dan mampu bersaing di era ekonomi digital.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Presiden Bidang UMKM dan Teknologi Digital, Tiar Nabila Karbala; Kepala OJK Provinsi Sumsel, Arifin Susanto; serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.(YL)


