Herman Deru Dorong Peningkatan Produktivitas Padi Khas Semende, Gandeng BRIN dan BRIDA
MUARA ENIM, SRIWIJAYATERKINI.CO – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru mendorong peningkatan produktivitas padi varietas khas Semende, Kabupaten Muara Enim, melalui inovasi teknologi pertanian.
Salah satu upaya yang didorong adalah memperpendek masa tanam padi yang selama ini mencapai sembilan bulan, tanpa menghilangkan keaslian varietas lokal yang menjadi identitas masyarakat Semende.
Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat melakukan kunjungan kerja sekaligus menghadiri Panen Padi Tunggu Tubang dan Syukuran di Desa Tebing Abang, Kecamatan Semende Darat Tengah, Kabupaten Muara Enim, Minggu (19/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Herman Deru didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Muara Enim Hj Sumarni, Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Muchendi Mahzarekki, Wali Kota Prabumulih Arlan, Direktur Utama Bank Sumsel Babel Muhammad Suryadi, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Sumsel, serta tokoh masyarakat.
Herman Deru menegaskan bahwa varietas lokal Semende, seperti Jambu Teras dan Selebur Rimbe, harus tetap dipertahankan sebagai warisan leluhur yang memiliki nilai historis sekaligus menjadi ciri khas daerah.
Namun, menurutnya, peningkatan produktivitas tetap perlu dilakukan agar hasil panen petani semakin optimal.
“Saya ingin produktivitas ini meningkat dengan memperpendek usia tanam varietas ini. Coba bekerja sama dengan BRIN dan BRIDA untuk menemukan inovasi varietas baru tanpa mengabaikan varietas aslinya. Identitas daerah tetap terjaga, tetapi hasil produksi petani bisa lebih besar,” ujar Herman Deru.
Ia mengatakan, keberhasilan Sumsel menjadi salah satu provinsi dengan produktivitas pertanian tertinggi di Indonesia tidak terlepas dari kontribusi para petani, termasuk petani Semende yang tetap konsisten melestarikan varietas padi lokal.
“Awal tahun 2026 saya diundang Presiden di Karawang saat Sumsel mendapat predikat sebagai provinsi dengan produktivitas pertanian tertinggi ketiga se-Indonesia. Salah satu penyumbangnya adalah petani Semende yang tetap menjaga varietas lokal sebagai warisan nenek moyang,” katanya.
Menurut Herman Deru, cita-cita menjadikan Muara Enim sebagai salah satu penyangga pangan nasional tidak cukup hanya mengandalkan lahan yang subur. Semangat petani, dukungan pemerintah, serta pemanfaatan teknologi harus berjalan beriringan.


