HUT RI ke-81, Menag Serukan Solidaritas untuk Korban Gempa

Di tengah keberagaman Indonesia, para pahlawan telah menanamkan keberanian, persatuan, dan cinta tanah air. Teladan yang didasarkan pada kesadaran bahwa Indonesia besar karena keberagaman. Karena itu, kerukunan menjadi modal dasar pembangunan. Tanpa kerukunan, bangsa ini sulit bertumbuh dan maju.
Menag bersyukur, Indeks Kerukunan Umat Beragama terus meningkat, dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Indeks Kesalehan Umat Beragama 2025, juga mencapai 84,61.
“Kondisi ini harus kita syukuri. Jangan biarkan perbedaan jadi alasan bermusuhan. Jangan biarkan agama jadi alasan saling menjauh. Jadikan agama dan nilai-nilainya sebagai jalan untuk saling menguatkan dan memberikan makna kehidupan,” pesan Menag.
“Rumah ibadah harus menjadi tempat yang menenteramkan. Madrasah, pesantren, majelis taklim, sekolah minggu, pasraman, widyalaya, dan ruang kajian keagamaan harus menjadi tempat tumbuhnya ilmu dan akhlak. Agama harus menjadi sumber pencerahan, kedamaian, serta kemaslahatan,” lanjutnya.
Upacara ini diikuti Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i, para pejabat Eselon I hingga IV, ASN di lingkungan Kementerian Agama pusat, serta pimpinan agama dan tokoh masyarakat.
Dalam rangkaian upacara, Menteri Agama juga menyerahkan penghargaan Satyalancana Karyasatya secara simbolis kepada ASN yang telah mengabdi selama 30, 20, dan 10 tahun. Bersama Wakil Menteri Agama, Sekretaris Jenderal, dan para pejabat Kemenag, Menag memberikan ucapan selamat secara langsung kepada para penerima penghargaan.(YL)














