Implementasi Presisi Polri, Pengamanan 404 Gereja di Sumsel Berjalan Kondusif
“Ibadah dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat. Kami sangat mengapresiasi kehadiran Polri yang memberikan rasa nyaman bagi jemaat,” ungkapnya.
Tidak hanya di Kota Palembang, kondisi kondusif juga dirasakan di wilayah lain seperti Musi Rawas dan Muara Enim. Para tokoh agama di daerah tersebut menilai kehadiran aparat keamanan memberikan jaminan perlindungan nyata bagi umat yang menjalankan ibadah.
Sementara, Kapolrestabes Palembang, Sonny Mahar Budi Adityawan, menegaskan bahwa seluruh personel menjalankan pengamanan dengan mengedepankan pelayanan dan pendekatan humanis.
“Kami memastikan setiap jemaat dapat beribadah dengan tenang. Kehadiran kami adalah untuk memberikan rasa aman tanpa mengganggu kekhusyukan ibadah,” tegasnya.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan bahwa apresiasi dari tokoh agama menjadi indikator keberhasilan pengamanan sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran.
“Pengamanan ini bukan sekadar tugas rutin, tetapi bentuk nyata komitmen Polri dalam menjaga kebebasan beragama dan stabilitas kamtibmas. Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kondisi Sumatera Selatan tetap kondusif.
Dengan demikian, keberhasilan pengamanan Jumat Agung 2026 semakin memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai wilayah zero conflict yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebinekaan.
Ke depan, Polda Sumatera Selatan memastikan pengamanan akan terus dilanjutkan hingga seluruh rangkaian perayaan Paskah selesai.


