Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Cetak Rekor Tertinggi dalam 11 Tahun
“Berdasarkan hasil pengukuran nasional, Indeks Kerukunan Umat Beragama Tahun 2025 tercatat sebesar 77,89 dan berada dalam kategori tinggi. Ini merupakan skor tertinggi dalam rentang 11 tahun terakhir,” ungkap Ali Ramdhani.
Survei Evaluasi Kerukunan Umat Beragama menggunakan tiga indikator utama, yakni toleransi, kesetaraan, dan kebersamaan. Toleransi berkaitan dengan sikap menerima dan menghormati perbedaan keyakinan. Kesetaraan mencerminkan pandangan bahwa setiap warga memiliki hak dan kewajiban yang sama.
Adapun kebersamaan diartikan sebagai sikap saling bekerja sama dan berbagi manfaat dalam kehidupan bermasyarakat.
Ali Ramdhani menyebutkan, survei dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui wawancara tatap muka dengan kuesioner terstandar. Sebanyak 13.836 responden dipilih menggunakan metode Multistage Random Sampling with Quota, dengan memperhatikan keterwakilan wilayah dan keseimbangan gender.
Survei dilaksanakan pada periode September–November 2025 dengan margin of error ±0,83 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasilnya menunjukkan seluruh indikator berada dalam kategori tinggi. Dimensi toleransi mencatat skor tertinggi yakni 88,82, disusul kesetaraan 79,35, dan kebersamaan 65,49. Dimensi toleransi menjadi penopang utama kerukunan, sementara kebersamaan dinilai masih memerlukan penguatan, khususnya dalam partisipasi lintas komunitas keagamaan.
Secara historis, IKUB nasional menunjukkan tren fluktuatif sejak 2015, dengan skor 75,36 (2015), 75,47 (2016), 72,27 (2017), 70,90 (2018), 73,83 (2019), 67,46 (2020), 72,39 (2021), 73,09 (2022), 76,02 (2023), dan 76,47 (2024).
“Tahun ini, Indeks KUB mencapai 77,89, tertinggi dalam 11 tahun terakhir,” tegas Ramdhani.
Selain IKUB, Kemenag juga merilis Indeks Kesalehan Umat Beragama (IKsUB) 2025 dengan skor 84,61 atau kategori sangat tinggi.


