Ribuan Umat Buddha Berbagai Negara Baca Tipitaka di Borobudur, Perdalam Pemahaman Dhamma
Hadir mendampingi, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar.
Ketua Panitia Indonesia Tipitaka Chanting 2026, Bhante Guttadhammo Mahāthera, menjelaskan bahwa pelantunan Kitab Suci Tipitaka bukan hanya tradisi keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat pemahaman dan penghayatan ajaran Buddha.
“Harapannya, setelah (Kitab Suci Tipitaka) dibaca, bisa direnungkan dan mengubah cara berfikir dan bertindak kita. Agar kita (umat Buddha), menjadikan Kitab Suci Tipitaka sebagai patokan, ukuran, keyakinan dan praktek kehidupan sehari-hari,” harap Bhante Gutta.
Menurut Bhante Gutta, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas spiritual umat Buddha. Penghayatan terhadap isi Tipitaka diharapkan tidak berhenti pada pelafalan semata, melainkan mampu membentuk sikap, perilaku, dan kebijaksanaan yang membawa manfaat bagi sesama.
ITC 2026 adalah agenda tahunan umat Buddha dan sudah berlangsung kali kesebelas.
Rangkaian Indonesia Tipitaka Chanting akan ditutup dengan perayaan Asadha Mahapuja di pelataran Candi Borobudur pada 26 Juli 2026. Perayaan tersebut merupakan momen penting bagi umat Buddha untuk mengenang khotbah pertama Sammasambuddha Gotama kepada lima pertapa, yang menjadi awal penyebaran ajaran Dhamma kepada dunia.
Indonesia Tipitaka Chanting tahun ke-11 ini mengangkat tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”. Tema tersebut menggambarkan tekad umat Buddha untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Dhamma melalui kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Total ada 2.045 peserta yang ikut ambil bagian dalam giat ini, terdiri atas bhikkhu dari berbagai negara, samanera, atthasilani, serta umat Buddha melantunkan Kitab Suci Tipitaka bersama-sama. (YL)


