Jatuh dari Atas Kapal, ABK Putra Kelana Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Musi
Pada hari kedua pencarian, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di atas permukaan air secara visual dengan luas area pencarian sekitar 10 Nautical Mile (NM²) menggunakan rigid buoyancy boat (RBB), perahu karet, dan speedboat.
Tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU), yaitu satu tim melakukan pencarian ke arah timur sejauh 6 NM², sedangkan tim lainnya melakukan pencarian ke arah barat daya sejauh 4 NM².
Sekitar pukul 07.00 WIB, korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, mengapung di tepi Sungai Musi dalam kondisi tersangkut tumpukan eceng gondok di sekitar Jembatan Musi VI Palembang. Selanjutnya korban dievakuasi menuju rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor SAR Palembang melalui Kasi Operasi Kantor SAR Palembang, Mancarah Wanto, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengapresiasi seluruh unsur SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI, Polri dan Masyarakat yang telah bekerja sama dalam proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
“Kami turut berduka cita atas musibah yang dialami korban dan keluarga. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja secara maksimal selama operasi pencarian. Meskipun korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, kami berharap keluarga diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini,” ujar Mancarah Wanto.
Ia juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di perairan agar selalu mengutamakan keselamatan dengan menggunakan alat pelindung diri seperti jaket pelampung, berhati-hati saat berada di atas kapal, serta tidak melakukan aktivitas yang berisiko ketika kapal sedang berlayar.
Apabila masyarakat mengalami atau mengetahui adanya kondisi kedaruratan yang memerlukan bantuan pencarian dan pertolongan, dapat segera menghubungi Basarnas melalui Emergency Call 115, yang dapat diakses gratis selama 24 jam.


