Jurnalis Sumsel Gelar Doa Bersama di Monpera untuk 5 Rekan yang Hilang Saat Liputan Krakatau

Sementara itu, Ketua AJI Palembang, R.M. Resha A. Usman, menyebut doa bersama tersebut merupakan bentuk solidaritas sekaligus ungkapan duka dari insan pers Sumsel.
Ia berharap para jurnalis dan awak kapal yang masih dicari dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Ini kesedihan kita semua. Mereka hilang saat menjalankan tugas jurnalistik, tugas mulia untuk publik. Kami di sini mendoakan agar mereka bisa kembali dengan selamat,” ujar Resha.
Resha juga menyoroti pentingnya komunikasi antarrekan ketika menjalankan peliputan di lokasi yang memiliki potensi bahaya.
Menurut dia, memberikan informasi mengenai lokasi maupun rute perjalanan kepada rekan sejawat merupakan langkah sederhana yang dapat membantu proses pertolongan ketika terjadi keadaan darurat.
“Saling jaga. Kalau mau berangkat ke lokasi bencana atau tempat yang berpotensi bahaya, wajib lapor ke rekan-rekan. Supaya kalau terjadi apa-apa, kita bisa cepat minta pertolongan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan jurnalis senior Sumsel, Oktaf Riyadi. Ia menilai aspek keselamatan perlu menjadi pertimbangan utama sebelum perusahaan media mengirim wartawan ke lapangan.
Pimpinan redaksi, kata dia, perlu melakukan penilaian terhadap tingkat risiko sebuah lokasi sebelum memberikan penugasan.
“Pimpinan juga harus melihat, ini bahaya nggak kalau kita kirim wartawan kita. Itu harus dipertimbangkan. Walaupun kita ingin berita yang terbaik, keselamatan tetap nomor satu,” pungkasnya.
Delapan Orang Masih Dicari
Hingga kini, delapan orang masih dalam pencarian Tim SAR gabungan. Mereka terdiri dari awak kapal, pemandu, dan jurnalis yang berada dalam satu rombongan saat menjalankan aktivitas di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau.
Mereka yakni Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide atau pemandu; serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas (28) dari Antara, Ari Basuki (52) dari Merdeka.com, Yudhis (43) dari iNews, Daus (42) dari Anadolu, dan Donal (51), jurnalis freelance.
Doa dan dukungan dari insan pers Sumsel terus mengalir bagi seluruh korban serta keluarga yang hingga kini masih menanti kabar kepulangan mereka.(YL)





