Kapolda Sandi Monitoring Gereja di Palembang, Pastikan Pengamanan Paskah Berjalan Optimal
“Keamanan ini adalah hasil kerja bersama. Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga kamtibmas secara bersama-sama,” tegas Kapolda.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menyapa langsung jemaat dan berdialog secara humanis. Interaksi ini memperkuat pendekatan community policing yang menjadi bagian dari strategi Polri dalam membangun kepercayaan publik.
Kehadiran langsung pimpinan Polda Sumsel di tengah jemaat memberikan rasa aman sekaligus mempertegas kehadiran negara dalam menjamin hak konstitusional warga untuk beribadah.
Pimpinan Gereja Santo Yoseph menyampaikan apresiasi atas pengamanan yang dilakukan. Ia menilai kehadiran aparat telah menciptakan suasana ibadah yang aman dan penuh kekhusyukan.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan umat beragama.
“Pengerahan ribuan personel gabungan ini adalah bukti nyata bahwa Polda Sumsel hadir untuk melindungi seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Kami memastikan setiap warga dapat beribadah dengan aman dan tenang,” ujarnya.
Keberhasilan pengamanan Paskah 2026 memperkuat posisi Polda Sumatera Selatan sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas kamtibmas dan toleransi beragama. Dengan pendekatan humanis dan sinergi TNI-Polri, Polda Sumsel terus menghadirkan rasa aman di setiap momen penting masyarakat.


