Kapolri Tekankan Rekayasa Lalin Fleksibel, Polda Sumsel Siap Kawal Arus Balik 2026
Kapolri juga menekankan pentingnya penerapan rekayasa lalu lintas yang adaptif berbasis data real-time, termasuk skema one way, contraflow, dan buka-tutup jalur.
Kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 25 hingga 27 Maret 2026 turut menjadi strategi nasional untuk mengurai kepadatan arus balik.
Dalam konteks wilayah, Polda Sumsel mengambil langkah proaktif dengan mengoptimalkan Command Center, penguatan personel di jalur tol, jalur nasional, serta titik-titik wisata yang masih ramai dikunjungi masyarakat.
Selain pengamanan lalu lintas, Kapolri juga memberikan perhatian khusus terhadap keamanan objek wisata yang menjadi pusat keramaian selama libur Lebaran.
Polda Sumsel merespons dengan meningkatkan patroli, edukasi keselamatan, serta pengawasan terhadap potensi gangguan kamtibmas di lokasi wisata.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan bahwa kehadiran Polda Sumsel di BKB Palembang merupakan representasi nyata Polri hadir langsung di tengah masyarakat.
“Kami tidak hanya mengawal arus lalu lintas, tetapi juga memastikan masyarakat yang berwisata tetap aman dan nyaman. Arahan Kapolri langsung kami implementasikan di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk bijak dalam merencanakan perjalanan arus balik dengan memanfaatkan kebijakan WFA.
“Hindari kepadatan di puncak arus balik. Persiapkan perjalanan dengan baik, dan segera hubungi 110 jika membutuhkan bantuan,” tegasnya.
Saat ini, situasi arus balik di wilayah Sumatera Selatan terpantau aman dan terkendali dengan pengawasan intensif dari jajaran Polda Sumsel.


