Kolaborasi dengan Praktisi Media, Polda Sumsel Dorong Transformasi Komunikasi Publik Kepolisian
Selain memperkuat keterampilan teknis penulisan jurnalistik, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun budaya literasi di lingkungan kepolisian sebagai upaya menghadapi tantangan hoaks, disinformasi, manipulasi informasi digital, serta berbagai bentuk gangguan informasi yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam sesi pemaparan materi bertajuk Blueprint Humas Presisi 2026, Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Selatan Dr Firdaus Komar, M.Si., menekankan pentingnya perubahan paradigma kehumasan dari pola komunikasi administratif menuju komunikasi publik yang lebih humanis, relevan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Hentikan pelaporan administratif. Mulailah komunikasi publik. Humas bukan sekadar penyebar rilis, melainkan arsitek komunikasi publik yang membangun pemahaman dan kepercayaan masyarakat,” tegas Ketua Jaringan Media Siber Indonesia Sumatera Selatan Dr Firdaus Komar, M.Si.
Ia menjelaskan bahwa setiap produk komunikasi yang dipublikasikan harus mengandung unsur dampak, signifikansi, aktualitas, dan human interest agar mampu menjangkau publik secara lebih luas.
Selain itu, peserta juga dibekali teknik penulisan jurnalistik berbasis prinsip 5W+1H, metode piramida terbalik, strategi penyusunan judul menggunakan formula 4U (Useful, Urgent, Unique, Ultra Specific), serta pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence sebagai alat bantu produksi konten yang efektif dan efisien.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia bidang komunikasi publik merupakan bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri, mulai dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, pelayanan publik, hingga pengawalan berbagai program pembangunan nasional dan daerah.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa personel humas dan PPID harus mampu menjadi komunikator yang profesional sekaligus menjembatani kebutuhan informasi antara institusi dan masyarakat.
“Kami ingin setiap personel humas dan PPID menjadi komunikator yang mampu menerjemahkan berbagai program, kebijakan, serta kinerja kepolisian ke dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat. Ketika informasi tersampaikan dengan baik, maka kepercayaan publik akan tumbuh secara alami. Itulah yang terus kami bangun di Polda Sumsel,” tegas Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang.
Melalui pelatihan ini, Polda Sumatera Selatan berharap seluruh pengemban fungsi kehumasan dan PPID semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu menghadirkan informasi yang berkualitas, edukatif, dan mudah diakses masyarakat, serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan komunikasi publik Polri yang profesional, transparan, dan terpercaya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Polda Sumatera Selatan dalam memperkuat literasi informasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mempererat kemitraan strategis dengan media massa, dan membangun kepercayaan masyarakat sebagai fondasi utama terciptanya stabilitas keamanan yang kondusif di Sumatera Selatan.


