Komitmen Transparansi, Kemenag Sumsel Gelar Rakor Anggaran 2026 dan Teken Pakta Integritas
Ia mengingatkan bahwa setiap jabatan memiliki tanggung jawab besar dan berpotensi menimbulkan penyimpangan apabila tidak dilandasi dengan integritas yang kuat.
“Pakta Integritas ini adalah komitmen nyata kita bersama untuk menjauhi segala bentuk penyimpangan. Saya minta seluruh jajaran meningkatkan kinerja dan memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tegas Syafitri di hadapan peserta rakor.
Syafitri juga menekankan pentingnya perencanaan dan pelaksanaan anggaran yang sesuai dengan ketentuan, efektif, serta berorientasi pada hasil.
Menurutnya, anggaran negara harus dikelola dengan penuh tanggung jawab karena bersumber dari kepercayaan publik. Oleh karena itu, pengawasan internal dan kepatuhan terhadap regulasi harus terus diperkuat di seluruh satuan kerja.
Pada kesempatan yang sama, Kakanwil turut mengingatkan seluruh jajaran agar terus mengoptimalkan pelaksanaan Delapan Program Prioritas (Asta Protas) Kementerian Agama pada tahun 2026.
Program-program tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya dalam penguatan kehidupan keagamaan yang harmonis dan berkelanjutan.
“Saya berharap Kantor Kemenag, KUA, Madrasah, Bidang-Bidang, dan Pembimas agar konsisten mengimplementasikan Asta Protas, semisal penguatan Moderasi Beragama dan Ekoteologi. Ini juga harus didokumentasikan dan dipublikasikan secara lebih baik, baik melalui media sosial, media massa, maupun media lainnya,” jelas Syafitri.
Melalui Rakor Pelaksanaan Anggaran 2026 dan Penandatanganan Pakta Integritas ini, Kanwil Kemenag Sumsel berharap seluruh jajaran memiliki kesamaan visi dan komitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, serta berorientasi pada pelayanan publik.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum awal untuk memperkuat sinergi dan integritas dalam pelaksanaan program dan anggaran Kementerian Agama di Sumatera Selatan sepanjang tahun 2026.


