Konferensi Anxi Sedunia Bakal Digelar di Sumsel, Herman Deru Harap Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata
Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel tidak hanya hadir secara seremonial, tetapi berkomitmen mendukung penuh agar pelaksanaan konferensi berjalan sukses dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Bahkan, ia mendorong panitia untuk bersilaturahmi dengan Pangdam dan Forkopimda sebagai bentuk kebersamaan serta kebanggaan bersama.
“Kita bukan hanya membawa nama suku, tetapi juga nama provinsi. Kebersamaan ini harus kita tunjukkan kepada Anxi di seluruh dunia,” katanya.
Rencananya, pada 24–25 Oktober mendatang, para tamu akan dijamu secara resmi di Griya Agung.
Gubernur juga membuka peluang agar kegiatan tersebut dirangkaikan dengan bakti sosial serta forum yang dapat memperkenalkan potensi investasi Sumsel kepada para tokoh Anxi dunia.
Sementara itu, Ketua Umum Anxi Sumsel, Sukarta, menjelaskan bahwa Anxi merupakan organisasi kemasyarakatan yang berakar dari salah satu subetnis di Tiongkok dan tersebar di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Di Sumsel, jumlah warga keturunan Anxi diperkirakan mencapai sekitar 80.000 orang.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Konferensi Anxi tingkat dunia sebelumnya diperebutkan oleh sejumlah daerah. Namun, Palembang akhirnya mendapat kehormatan sebagai tuan rumah karena dinilai memiliki sumber daya manusia yang solid serta komunitas Anxi yang terorganisasi dengan baik.
“Kami bersyukur Palembang dipercaya menjadi tuan rumah. Ini momentum besar bagi Sumsel,” ujarnya.
Dengan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumsel, diharapkan Konferensi Anxi Sedunia tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka peluang kerja sama ekonomi dan investasi yang berdampak langsung terhadap kemajuan Sumatera Selatan.


