KUA Sukarami Palembang Raih Penghargaan KUA Ekoteologi di Anugerah Layanan KUA 2025
PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, berhasil meraih penghargaan KUA Ekoteologi pada ajang Anugerah Layanan KUA 2025 yang digelar di...
PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, berhasil meraih penghargaan KUA Ekoteologi pada ajang Anugerah Layanan KUA 2025 yang digelar di Tangerang, Banten, Jumat (12/12/2025) malam.
Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen KUA Sukarami dalam mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi Program Sadar Jaga Alam dan Ibadah (Sajadah), sebuah program yang menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari praktik ibadah dan tanggung jawab spiritual umat beragama.
Melalui program ini, KUA Sukarami dinilai berhasil menghadirkan model layanan keagamaan yang selaras dengan isu-isu lingkungan hidup.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa Anugerah Layanan KUA 2025 merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi ribuan insan KUA di seluruh Indonesia.
Penghargaan ini diberikan kepada KUA dan pemerintah daerah yang dinilai mampu menghadirkan layanan publik keagamaan terbaik di berbagai bidang.
“Tahun ini, penghargaan diberikan dalam sejumlah kategori, antara lain KUA Multilayanan, KUA Ekoteologi, KUA Berbasis Digital, KUA Tertib Administrasi, dan KUA Inspiratif. Selain itu, ada juga apresiasi bagi KUA yang unggul dalam pemberdayaan dana sosial keagamaan, pencegahan konflik keagamaan, inovasi program penyuluhan, serta layanan ramah kelompok rentan,” ujar Abu Rokhmad.
Selain kategori tersebut, Kementerian Agama juga memberikan Kategori Khusus Tokoh Perubahan KUA. Kategori ini ditujukan bagi individu yang dinilai berkontribusi signifikan dalam mendorong inovasi, meningkatkan kualitas layanan, serta menginspirasi percepatan transformasi KUA secara nasional.
“Lebih dari 12.000 penghulu, 28.000 penyuluh agama, serta 35.000 pelaksana layanan setiap hari bekerja memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan keagamaan yang terbaik. Penghargaan ini bukan ajang perlombaan, melainkan bentuk apresiasi atas kerja nyata para pelayan publik Kementerian Agama,” tegas Abu Rokhmad.
KUA Ekoteologi sendiri merupakan konsep KUA yang mengintegrasikan ajaran agama dengan kepedulian terhadap lingkungan. Implementasinya diwujudkan melalui berbagai program, seperti penanaman pohon saat akad nikah, pembangunan taman hijau di lingkungan kantor, hingga kampanye menjaga alam sebagai bagian dari amanah keimanan dalam merawat bumi ciptaan Tuhan.


