Lansia Hilang Tiga Hari Ditemukan Meninggal di Sungai Kemu OKU Selatan, Diduga Hanyut Saat Mandi
Setelah dilakukan identifikasi, pihak keluarga yang diwakili anak korban, Rudi, bersama Kepala Desa Negeri Cahya Hendra menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Keluarga juga membuat surat pernyataan bermeterai yang menyatakan menolak dilakukan visum terhadap jenazah serta tidak akan menuntut pihak mana pun di kemudian hari. Keluarga turut menyampaikan apresiasi kepada Polres OKU Selatan, Polsek Buay Sandang Aji, serta masyarakat yang telah membantu proses pencarian dan evakuasi korban.
Kasi Humas Polres OKU Selatan AKP Amir Hamzah, S.Sos., M.M. mengatakan bahwa sejak menerima informasi, personel kepolisian langsung berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan dengan cepat, aman, dan sesuai prosedur.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel Polsek Buay Sandang Aji bersama tim gabungan dari Polres OKU Selatan segera menuju lokasi untuk melakukan identifikasi dan mengevakuasi korban. Seluruh rangkaian penanganan dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme serta koordinasi bersama pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan pihak keluarga,” ujar AKP Amir Hamzah.
Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap anggota keluarga lanjut usia yang memiliki kondisi pikun atau gangguan daya ingat.
Menurut AKP Amir Hamzah, pengawasan dari keluarga sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa, khususnya bagi lansia yang beraktivitas di sekitar sungai atau lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Selama proses evakuasi hingga penyerahan jenazah kepada pihak keluarga, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.(ROY)


