Lepas Dai 3T ke Empat Lawang, Syafitri Irwan: Persiapan Matang, Mereka Siap Lahir dan Batin
Tim Pendamping dari Direktorat Penerangan Agama Islam Kemenag RI Angga Marzuki menambahkan, program Dai 3T sendiri sudah dimulai sejak tahun 2022.
Tahun ini Kemenag menargetkan mengirim 1.500 Dai ke seluruh wilayah Indonesia. Kabar baiknya, per hari ini jumlah Dai yang dikirim sudah melampaui target yaitu 2.199 orang.
“Kami berpesan kepada seluruh Dai yang dikirim kiranya dalam bertugas nanti dapat mempedomani Surat Edaran Menteri Agama Nomor 09 Tahun 2023 tentang Pedoman Ceramah Keagamaan. Semoga jihad dan upaya kita diridhoi Allah SWT,” tutur Marzuki.
Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Sumsel Evi Zurfiana Azom menambahkan, para Dai yang dikirim tersebut adalah Wahyu Aslam S.Ag, Fredy Suhendra M.Pd, Mohammad Mudrikun Ni’am, Romi Padli M.E, Eko Heru Apriono S.Ud, dan Ade Rifani Ardian M.Pd, serta Dai Koordinator dari pusat Ustadz Ihwanul Muadib. Para Dai ini akan ditugaskan di Kecamatan Muara Pinang dan Pasemah Air Keruh (Paiker).
Sinergi Kanwil Kemenag dan Baznas Sumsel
Dukungan nyata datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Selatan. Ketua Baznas Sumsel, Darami, menyatakan komitmennya untuk menyukseskan program Dai 3T ini sebagai bagian dari misi dakwah dan kesejahteraan umat.
“Tahun ini, Baznas Sumsel menyerahkan bantuan operasional sebesar Rp6 juta kepada setiap Dai. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan nilai bantuan ini di masa mendatang. Baznas siap bersinergi penuh mendukung program-program keagamaan Kanwil Kemenag Sumsel,” tegas Darami.
Melalui sinergi lintas sektoral ini, diharapkan para Dai dapat menjalankan tugas dakwah dengan optimal, membawa kesejukan, serta memperkuat moderasi beragama di pelosok Kabupaten Empat Lawang.


