Menag Nasaruddin Umar Raih Penghargaan, Dinilai Berkontribusi Kembangkan Wisata Religi

Gugun mengatakan, pengembangan wisata berbasis agama dan budaya memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Tidak hanya wisata religi Hindu di Bali, potensi serupa juga terdapat pada berbagai tradisi dan kehidupan keagamaan masyarakat dari agama lainnya.
“Termasuk penguatan potensi wisata berbasis keagamaan dan budaya, khususnya dalam mendukung pengembangan destinasi wisata religi Hindu serta potensi wisata religi dari berbagai agama di Indonesia,” jelasnya.
Menurut dia, pertumbuhan wisata religi juga memiliki keterkaitan erat dengan upaya menjaga kerukunan antarumat beragama. Pemerintah bersama masyarakat dan komunitas keagamaan dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi berkembangnya wisata religi.
Gugun menilai capaian indeks kerukunan umat beragama pada 2025 menjadi salah satu indikator positif dari kondisi tersebut.
“Kita tahu bersama bahwa sejak survei indeks kerukunan dilakukan, 2025 menjadi tahun dengan indeks tertinggi. Ini prestasi luar biasa,” katanya.
Ia menegaskan, kerukunan tidak hanya penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor.
“Kerukunan adalah prasyarat pembangunan. Jadi kerukunan tidak hanya berdampak pada pengembangan wisata religi, tapi juga sektor-sektor pembangunan yang lain,” tandas Gugun.
Penyerahan penghargaan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala daerah, duta besar negara sahabat, pimpinan asosiasi pariwisata, akademisi, pelaku industri, investor, media nasional, serta pimpinan perusahaan dari sektor perjalanan, perhotelan, penerbangan, destinasi, dan ekonomi kreatif.(YL)











