OJK Ungkap Kinerja Industri Jasa Keuangan Sumbagsel 2025 Tetap Stabil
Namun, pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang meningkat 10,35 persen menjadi Rp61,60 triliun.
Dalam mendukung permodalan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), penyaluran kredit UMKM di Sumbagsel mencapai Rp123,34 triliun atau 38,20 persen dari total kredit. Angka ini tumbuh 2,75 persen (yoy) dan telah melampaui target minimal porsi penyaluran kredit UMKM sebesar 30 persen.
Di sektor pasar modal, jumlah Single Investor Identification (SID) di Sumbagsel per November 2025 tercatat sebanyak 1.346.817 investor, meningkat signifikan 41,43 persen (yoy). Investor didominasi pengguna instrumen reksa dana sebesar 94,51 persen.
Sebaran investor terbesar berada di Sumatera Selatan (39,25 persen), disusul Lampung (32,73 persen), Jambi (14,36 persen), Bengkulu (7,32 persen), dan Kepulauan Bangka Belitung (6,35 persen).
Sejalan dengan kinerja pasar saham nasional, rata-rata nilai transaksi saham di Sumbagsel pada November 2025 tumbuh 56,22 persen (yoy) menjadi Rp13,73 triliun. Penjualan reksa dana juga melonjak 96,05 persen (yoy) menjadi Rp873,02 miliar.
Pada sektor IKNB, nilai piutang pembiayaan per Oktober 2025 mencapai Rp42,17 triliun, tumbuh 1,82 persen (yoy). Jumlah kontrak pembiayaan meningkat tajam 70,51 persen menjadi 11,61 juta unit, dengan rasio Non Performing Financing (NPF) yang tetap terjaga di bawah 5 persen.
Dari sisi pelindungan konsumen, OJK menerima 3.793 pengaduan masyarakat di wilayah Sumbagsel hingga Desember 2025, mayoritas berasal dari sektor IKNB. Tingkat penyelesaian pengaduan mencapai 79,99 persen, termasuk melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS).


