Ops Ketupat Musi 2026, Polda Sumsel Jaga Semua Jalur Mudik Sungai, Jalan Raya hingga Kereta
Petugas memberikan imbauan keselamatan kepada para penumpang serta menyediakan fasilitas istirahat bagi pemudik yang membutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi sebelum melanjutkan perjalanan.
Pendekatan pelayanan ini menjadi bagian dari konsep Operasi Ketupat Musi sebagai operasi kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada pengamanan, tetapi juga pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Subsatgas Rekayasa Lalu Lintas Ops Ketupat Musi 2026 mengerahkan 29 personel untuk melakukan patroli dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik strategis Kota Palembang.
Pengamanan difokuskan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Pasar Cinde, Perputaran Air Mancur, serta area sekitar Masjid Agung Palembang yang menjadi pusat aktivitas masyarakat selama akhir pekan dan periode awal arus mudik.
Kehadiran personel di titik-titik tersebut bertujuan mencegah kepadatan lalu lintas sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di jantung kota.
Pemantauan arus mudik juga dilakukan di wilayah Ogan Komering Ulu Selatan melalui tiga pos pengamanan strategis, yakni Pos Pelayanan Muaradua, Pos Terpadu Simpang Martapura, dan Pos Pengamanan Banding Agung.
Berdasarkan laporan lapangan, situasi lalu lintas di ketiga pos tersebut terpantau lancar dan terkendali tanpa hambatan berarti.
Ketiga pos tersebut menjadi titik penting pengawasan karena merupakan jalur penghubung antarwilayah serta akses menuju daerah perbatasan.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho mengatakan pengamanan dilakukan secara menyeluruh agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman.


