Pangdam II/Sriwijaya Tekankan Pencegahan dan Edukasi dalam Penanganan Karhutla

Pangdam II/Swj menginstruksikan seluruh Tim Penyuluh agar menyampaikan materi yang aplikatif dan mudah dicerna, mencakup pemetaan titik panas (hotspot), pengenalan karakter lahan gambut, serta respons cepat penanganan dini. Kepada para Komandan Kodim jajaran Kodam II/Swj, Pangdam memerintahkan dukungan penuh terhadap seluruh fasilitas dan mobilisasi penyuluhan tanpa kendala. Pangdam menegaskan agar output penyuluhan ini diserap maksimal oleh para Danramil dan Babinsa sebagai agen sosialisasi langsung di lapangan. Babinsa diwajibkan menyambangi desa-desa binaan untuk membina kelompok tani dan pemilik lahan agar mengubah kebiasaan lama membuka lahan dengan metode membakar.
Mengakhiri sambutannya, Pangdam II/Sriwijaya mengajak seluruh instansi terkait dan elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi serta membangun komunikasi yang efektif agar pesan-pesan pencegahan tidak terhenti di ruang forum saja, melainkan berlanjut menjadi kesadaran kolektif di tengah masyarakat.
Beliau mengimbau seluruh personel untuk melaksanakan tugas mulia ini dengan penuh rasa tanggung jawab sebagai wujud pengabdian nyata dan ibadah dalam memelihara ekosistem alam serta melindungi kesehatan masyarakat di wilayah Sumatera Bagian Selatan. Melalui pembekalan Bangsit Karhutla oleh Danrem 044/Gapo, diharapkan seluruh jajaran siap siaga dan tanggap mengantisipasi setiap potensi kerawanan bencana secara dini.(YL)














