Pasien ICU di OKU Timur Diduga Jadi Korban Pelecehan Oknum Nakes, Polisi Dalami Laporan
Beredarnya video kesaksian tersebut memicu perhatian luas di media sosial. Banyak warganet mendesak aparat penegak hukum agar mengusut tuntas dugaan pelecehan seksual tersebut serta tidak menjadikan ketiadaan rekaman CCTV sebagai hambatan dalam proses penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres OKU Timur, Iptu Rendi Ramadhona, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa laporan dugaan pelecehan seksual yang disampaikan korban telah diterima oleh penyidik.
“Benar, laporannya sudah kami terima. Saat ini masih dalam tahap pendalaman,” ujar Iptu Rendi.
Ia menjelaskan, penyidik kini tengah mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak serta melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap kronologi secara utuh dan memastikan fakta-fakta yang berkaitan dengan laporan tersebut.
Menurutnya, seluruh proses penanganan perkara akan dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak rumah sakit terkait dugaan kasus tersebut maupun tanggapan atas laporan yang telah diterima kepolisian.
Sementara itu, kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap pasien di ruang ICU ini menjadi perhatian luas masyarakat karena menyangkut keamanan dan perlindungan pasien di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan. Publik berharap proses penyelidikan dapat berjalan secara profesional, transparan, dan objektif sehingga memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.(*)


