Percepat Mobilitas Warga, Pembangunan Jalan Kasiba–Lasiba Palembang Terus Dikebut
PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Pembangunan Jalan Kasiba–Lasiba di Kota Palembang hingga saat ini masih terus berlangsung dan telah memasuki tahapan penting, yakni proses pengecoran beton....
PALEMBANG, SRIWIJAYATERKINI.CO – Pembangunan Jalan Kasiba–Lasiba di Kota Palembang hingga saat ini masih terus berlangsung dan telah memasuki tahapan penting, yakni proses pengecoran beton. Jalan tersebut dirancang sebagai akses tembusan strategis yang menghubungkan kawasan Citra Grand City (CGC) menuju Jalan Sukarno Hatta, yang diharapkan mampu meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat di sekitarnya.
Proyek pembangunan jalan ini dilaksanakan oleh CV Brotoseno Jaya dengan dukungan penuh dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang.
Pelaksana lapangan CV Brotoseno Jaya, Andika Pratama, menjelaskan bahwa panjang jalan yang dibangun mencapai 720 meter dengan lebar badan jalan beton sekitar 6 meter. Jalan ini nantinya akan menjadi alternatif akses yang lebih efisien bagi warga yang selama ini bergantung pada jalur utama yang padat.
“Panjang jalan yang kami bangun sekitar 720 meter dengan lebar 6 meter khusus badan jalan beton. Jalan ini nantinya akan menjadi akses penghubung yang cukup vital bagi masyarakat,” ujar Andika, Sabtu (20/12/2025).
Andika juga mengungkapkan bahwa pembangunan Jalan Kasiba–Lasiba memanfaatkan tanah hibah dari masyarakat setempat. Tanah tersebut kemudian diserahkan kepada Dinas PUPR Kota Palembang untuk dikelola dan dibangun menjadi infrastruktur jalan yang bermanfaat bagi publik.
“Tanah ini merupakan hibah dari masyarakat sekitar. Setelah diserahkan ke Dinas PUPR, kami diberi mandat sebagai pelaksana lapangan untuk menyelesaikan pembangunan Jalan Kasiba–Lasiba ini,” jelasnya.
Terkait target penyelesaian, Andika menyebutkan bahwa masa pengerjaan proyek ditetapkan selama 45 hari kerja, terhitung sejak 28 November 2025. Meski demikian, pihak pelaksana belum dapat memastikan persentase capaian pekerjaan secara rinci karena perhitungan progres berada di tangan konsultan engineering.
“Untuk progres persentase pekerjaan, itu dihitung oleh tim engineering. Saat ini tim engineering sedang tidak berada di lokasi, sehingga kami masih menunggu hasil perhitungannya,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini tidak terlepas dari sejumlah kendala di lapangan. Faktor cuaca menjadi tantangan utama, mengingat intensitas hujan di Palembang belakangan ini cukup tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan kontur tanah menjadi labil dan berpengaruh terhadap jadwal pengecoran beton.


