Polda Sumsel Hadapi Mudik 2026 Lebih Kompleks, Tingkatkan Pengamanan di Seluruh Jalur
Perubahan ini menandai transisi menuju sistem penegakan hukum yang lebih transparan dan objektif.
Namun demikian, peningkatan mobilitas juga berdampak pada angka kecelakaan lalu lintas. Jumlah kejadian meningkat dari 38 menjadi 57 kasus, dengan korban meninggal dunia naik dari 5 menjadi 15 orang. Kerugian material juga melonjak signifikan.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Dr Sandi Nugroho menegaskan bahwa peningkatan angka kecelakaan menjadi perhatian utama.
“Mobilitas masyarakat meningkat tajam. Kami akan mengintensifkan patroli, penindakan, dan edukasi untuk menekan angka kecelakaan,” tegas Kapolda.
Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso menyebut lonjakan aktivitas ini sebagai indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat.
“Pengamanan kami meningkat 21 persen. Ini menunjukkan kesiapan kami dalam menghadapi lonjakan mudik. Namun angka kecelakaan menjadi fokus yang terus kami tekan,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menambahkan bahwa data ini merupakan bentuk transparansi kepada publik.
“Semua data kami sampaikan secara terbuka. Ini bukti bahwa Polda Sumsel bekerja secara terukur dan akuntabel dalam mengamankan arus mudik,” ujarnya.
Keberhasilan pengamanan ini tidak terlepas dari sinergi lintas sektor antara Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, dan pemerintah daerah di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
Polda Sumsel mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin dalam berlalu lintas, beristirahat cukup selama perjalanan, dan tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah.


