Polda Sumsel Perkuat Soliditas Internal, Kapolda Tekankan Kesiapsiagaan dan Akuntabilitas Anggaran
Selain pengamanan arus balik, Kapolda juga menyoroti potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai ancaman yang harus diantisipasi sejak dini.
Berdasarkan data dan prediksi BMKG, musim kemarau tahun 2026 diperkirakan datang lebih awal dan cenderung lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya, dengan puncak terjadi pada Juli hingga Agustus.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan titik panas (hotspot) yang dapat berkembang menjadi kebakaran.
Kapolda menginstruksikan seluruh jajaran untuk segera memperkuat langkah mitigasi, termasuk, Sinergi lintas instansi, Pemetaan wilayah rawan, Edukasi kepada masyarakat dan Pencegahan praktik pembakaran lahan.
“Karhutla tidak bisa ditangani secara sektoral. Kita harus bergerak bersama dan lakukan pencegahan sejak dini,” tegas Kapolda.
Kapolda juga memberikan penekanan tegas kepada seluruh Satuan Kerja (Satker) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program kerja dan penyerapan anggaran tahun 2026.
Ia menegaskan bahwa kinerja institusi tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Program kerja tidak boleh hanya selesai di atas kertas. Harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Apel pagi dilanjutkan dengan kegiatan halal bihalal yang diwarnai saling bersalaman antar personel.
Momentum ini menjadi simbol penguatan soliditas internal sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan kepemimpinan yang responsif dan terarah.


