Program BELIDA, Strategi Polda Sumsel Perkuat Stabilitas dan Keselamatan Publik, Sambut Arus Mudik
“Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat. Daripada kita banyak mengeluh atau mengkritisi yang tidak benar, marilah kita sama-sama ciptakan zero lubang di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Pada sesi doorstop, Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru menyampaikan apresiasi atas resonansi kuat Gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan Presiden pada awal Februari lalu.
Menurutnya, instruksi tersebut tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi telah menjadi gerakan kolektif yang mengintegrasikan seluruh program kabupaten/kota dalam satu semangat bersama.
“Gerakan ini tidak berhenti sebagai instruksi, tetapi menjadi gerakan kolektif. Semua program di kabupaten/kota kini terintegrasi dalam satu semangat Indonesia ASRI,” ujar Gubernur.
Ia menilai Program BELIDA yang diinisiasi Kapolda Sumsel sebagai langkah konkret dan komprehensif karena tidak hanya menyasar persoalan sampah secara parsial, tetapi menyentuh dari hulu hingga hilir melalui konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
Gubernur bahkan menyoroti potensi pengolahan sampah menjadi briket sebagai energi alternatif bagi industri di Sumatera Selatan.
“Pengelolaan sampah harus memiliki nilai tambah. Kita dorong pengolahan menjadi briket sebagai energi alternatif untuk industri, sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dan memberi manfaat ekonomi,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan secara serentak di 17 kabupaten/kota yang melibatkan pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh pemangku kepentingan.
Selain isu sampah, Gubernur menegaskan komitmen bersama mewujudkan “Zero Lubang” pada jalan lintas Sumatera Selatan menjelang arus mudik Lebaran.


