PTBA Dorong Ekonomi Warga Lahat, Ayam Bantuan Mulai Bertelur

“Kami bersyukur program budidaya ayam petelur di Desa Sirah Pulau mulai menunjukkan perkembangan positif. Ayam-ayam yang sebelumnya kami berikan sebagai bagian dari dukungan awal, kini sudah mulai bertelur. Ini merupakan langkah awal yang baik karena masyarakat mulai dapat merasakan hasil dari usaha yang mereka kelola sendiri,” kata Eko.
Eko menegaskan, program tersebut tidak hanya diarahkan untuk memberikan bantuan berupa ayam dan sarana pendukung. PTBA juga memberikan pelatihan serta pendampingan agar masyarakat memiliki kemampuan dalam mengelola usaha secara mandiri.
“Yang ingin kami bangun adalah ekosistem usaha yang dapat tumbuh secara mandiri. Karena itu, selain memberikan ayam dan sarana pendukung, PTBA juga memberikan pelatihan serta pendampingan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola usaha ini secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Sustainability Division Head PTBA Dedy Saptaria Rosa mengatakan, fase awal produksi telur menjadi momentum untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha.
Menurutnya, pendampingan ke depan akan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan produksi, kesehatan ayam hingga pemasaran hasil telur.
Dedy menilai budidaya ayam petelur juga memiliki manfaat ganda. Selain membuka peluang peningkatan pendapatan rumah tangga, produksi telur dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan bergizi masyarakat di tingkat lokal.
“Kami berharap usaha ini berkembang dari skala rumah tangga menjadi usaha bersama yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat Desa Sirah Pulau. Selain menghasilkan pendapatan, telur yang diproduksi juga dapat mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Program tersebut dijalankan PTBA bersama Rumah Kreatif Sriwijaya sebagai mitra pelaksana dengan melibatkan tenaga ahli di bidang budidaya ayam petelur. Pelaksanaannya juga mendapat dukungan dari Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (FP2M) serta Pemerintah Desa Sirah Pulau.
Tak berhenti pada budidaya ayam, PTBA juga mulai menyiapkan pengembangan ekosistem pendukung. Survei lokasi telah dilakukan di desa terdekat yang berada di wilayah Ring 1 perusahaan sebagai persiapan penanaman jagung dan pengembangan pabrik pakan mandiri.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat membuat rantai usaha budidaya ayam petelur lebih efisien dan berkelanjutan, terutama dalam penyediaan bahan pakan.
Bagi Amat, program tersebut memberikan kesempatan untuk kembali produktif di usia senja. Ayam-ayam di samping rumahnya kini bukan sekadar hewan peliharaan, tetapi menjadi bagian dari harapan untuk bisa memiliki penghasilan sendiri.
Ia pun berharap bantuan tersebut dapat dikembangkan sehingga jumlah ayam dan produksi telur semakin meningkat.
“Terima kasih kepada PTBA. Kami bersyukur sudah dibantu. Harapannya jangan hanya 12 ekor. Kalau ada tambahan ayam dan pakan, mudah-mudahan bisa segera diberikan. Kalau ayamnya semakin banyak dan produksinya bagus, kami juga bisa mendapatkan penghasilan lebih,” tutur Amat.(YL)














