Pusatkan Panen Raya di OKU Selatan, Polda Sumsel Pasok Puluhan Ton Jagung ke Bulog
“Hasil panen ini langsung terserap oleh Perum Bulog, pabrik pakan ternak, dan pasar lokal di berbagai daerah. Melihat tingginya produktivitas tersebut, panen raya serentak kuartal kedua untuk wilayah Sumatera Selatan dipusatkan di Kabupaten OKU Selatan,” ujar Kombes Pol Sudrajat Hariwibowo, S.I.K., M.Si.
Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan dipilih sebagai pusat kegiatan karena wilayah hukum Polres OKU Selatan menjadi salah satu kontributor terbesar dalam program ketahanan pangan jagung di Sumatera Selatan.
Di wilayah tersebut, luas lahan siap panen tercatat mencapai 113 hektare dengan estimasi produksi sekitar 678 ton jagung. Proses panen di lokasi utama juga dilakukan menggunakan teknologi modern Corn Combine Harvester guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian.
Selain pelaksanaan panen raya, Polda Sumatera Selatan bersama instansi terkait turut melepas distribusi 30 ton jagung menggunakan tiga unit truk menuju gudang Bulog OKU Timur sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan dan kepastian harga pangan di pasar.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan representasi nyata komitmen Polri dalam mengawal program prioritas nasional di sektor pangan.
“Keberhasilan Polda Sumsel melampaui target tanam jagung hingga lebih dari 108 persen menunjukkan bahwa sinergitas lintas sektor berjalan sangat progresif. Dipusatkannya panen raya di OKU Selatan menjadi simbol keseriusan kami dalam mendorong sentra pertanian lokal agar semakin produktif demi tercapainya swasembada pangan nasional tahun 2026,” tegas Kombes Pol Nandang.
Polda Sumatera Selatan memastikan akan terus mengawal program ketahanan pangan secara berkelanjutan melalui pendampingan terhadap petani, penguatan distribusi hasil panen, serta optimalisasi pemanfaatan lahan produktif di seluruh wilayah Sumatera Selatan.
Langkah ini menjadi bagian dari implementasi Polri Presisi dalam mendukung pembangunan nasional, menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan sebagai fondasi utama ketahanan nasional.


