Ratu Dewa Beri Tantangan untuk HSBE Palembang, Jangan Hanya Jadi Wadah Silaturahmi

Kepengurusan periode 2026–2031 pun diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat solidaritas internal sekaligus memperluas peran organisasi di tengah masyarakat.
Selain menekankan kontribusi terhadap pembangunan, Ratu Dewa juga mengingatkan pentingnya menjaga sejarah dan identitas yang melekat pada Himpunan Sanak Broyot Epil.
Ia secara khusus menyoroti keterlibatan generasi muda agar tidak kehilangan pemahaman mengenai asal-usul, perjalanan, serta nilai-nilai sejarah yang menjadi bagian dari organisasi tersebut.
Hubungan historis antara Palembang dan Epil, menurutnya, memiliki perjalanan panjang, termasuk keterkaitannya dengan masa Karesidenan hingga era Kesultanan Palembang Darussalam.
Karena itu, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal HSBE sebagai wadah persaudaraan, tetapi juga memahami sejarah yang melatarbelakangi terbentuknya ikatan tersebut.
Upaya menjaga sejarah dinilai penting agar nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan identitas yang diwariskan generasi terdahulu tetap terpelihara di tengah perkembangan zaman.
Melalui kepengurusan baru ini, HSBE diharapkan semakin solid dan mampu menghadirkan program yang bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat.
Ratu Dewa berharap organisasi tersebut dapat menjadi mitra dalam memperkuat kehidupan sosial, menjaga warisan sejarah dan budaya, serta berkontribusi bagi kemajuan Kota Palembang.
Dengan begitu, HSBE tidak hanya dikenal sebagai organisasi persaudaraan, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.(YL)





