Ratu Dewa Tegur Perwakilan OPD, Rapat Antisipasi Banjir Palembang Sempat Memanas

Ratu Dewa juga mengungkap sejumlah persoalan yang berpotensi memperparah genangan. Di antaranya kerusakan atau amblas pada jalan nasional, terputusnya cross drain, serta adanya penyempitan saluran drainase.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Palembang menyiapkan pompa portabel untuk digunakan pada lokasi yang membutuhkan penanganan cepat. Pemerintah kota juga akan memperkuat koordinasi dengan Balai Sungai dan Balai Jalan Nasional terkait persoalan infrastruktur yang berada di luar kewenangan Pemkot.
Selain persoalan infrastruktur, Ratu Dewa menyoroti masalah sampah yang kerap menghambat aliran air di saluran drainase.
Ia meminta camat dan lurah melibatkan masyarakat dalam kegiatan gotong royong membersihkan saluran air, termasuk jaringan anak sungai yang berada di wilayah Palembang.
“Masalah sampah ini tidak bisa hanya mengandalkan petugas PU saja. Saya minta camat dan lurah menggerakkan warga, gotong royong harus digalakkan agar saluran di 114 anak sungai bisa kita atasi bersama,” tegasnya.
Sikap tegas Ratu Dewa terhadap kehadiran peserta rapat menjadi bagian dari evaluasi kesiapan Pemkot Palembang menghadapi musim penghujan. Ia menginginkan setiap OPD yang berkaitan dengan penanganan banjir memahami kondisi wilayahnya serta mampu mengambil langkah sesuai tugas dan kewenangannya.
Bagi Pemkot Palembang, kesiapan menghadapi musim hujan tidak hanya berkaitan dengan penanganan genangan setelah air muncul, tetapi juga membutuhkan langkah pencegahan melalui pemetaan titik rawan, pembenahan saluran, kesiapan peralatan serta koordinasi lintas instansi.
Dengan waktu menuju musim penghujan yang semakin dekat, Ratu Dewa meminta seluruh jajaran tidak menunggu sampai genangan terjadi untuk mengambil tindakan.(YL)











