Resmi Dikukuhkan Gubernur Sumsel, DPP Kerukunan Keluarga Palembang Siap Wujudkan KKP Maju 2024–2029
Sejumlah program strategis telah disiapkan oleh DPP KKP. Di antaranya adalah pendataan warga Palembang dengan target sekitar 430.000 jiwa sebagai basis data yang dapat mendukung perumusan kebijakan pemerintah. Selain itu, KKP juga berkomitmen melestarikan budaya melalui penyusunan Kamus Bahasa Palembang, serta pengembangan kawasan Salimo sebagai sentra kegiatan masyarakat.
Di bidang organisasi, KKP akan melakukan penataan melalui penyatuan kepengurusan menjadi satu Pengurus Pusat KKP yang sah dan terdaftar secara hukum. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat legitimasi dan efektivitas organisasi dalam menjalankan program-programnya.
Ketua Panitia Pelaksana DPP KKP sekaligus Bendahara Umum, Kms. H. Achmad Idham, SE, menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk memperkuat persatuan keluarga besar Palembang.
“Kerukunan Keluarga Palembang bukan hanya organisasi, tetapi rumah besar bagi seluruh warga Palembang. Di sinilah kita bersilaturahmi, saling menguatkan, saling memberdayakan, serta menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh leluhur,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa KKP harus menjadi ruang kolaborasi yang terbuka, baik bagi warga Palembang di kampung halaman maupun di perantauan. Menurutnya, KKP harus hadir dengan aksi nyata saat masyarakat membutuhkan, termasuk dalam bidang sosial, ekonomi, budaya, dan keagamaan. Bahkan, upaya pelestarian nilai religius turut diperkuat dengan hadirnya Alquran terjemahan berbahasa Palembang sebagai bagian dari identitas kultural dan spiritual masyarakat.
Acara pelantikan dan pengukuhan tersebut dihadiri sekitar 500 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda Provinsi Sumatera Selatan, perwakilan Pangdam II/Sriwijaya dan Polda Sumatera Selatan, Wali Kota Palembang, tokoh adat Palembang termasuk Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, perwakilan NU dan Muhammadiyah, serta berbagai paguyuban dan keluarga besar Palembang.


