Ribuan Ojol dan Buruh di Palembang Deklarasi Jaga Kamtibmas Bersama Kapolri
Konflik di berbagai kawasan dunia, termasuk Timur Tengah, menurut Kapolri dapat berdampak pada harga energi dan kondisi ekonomi masyarakat.
Karena itu, Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan stabilitas sosial.
Kapolri juga mendorong komunitas ojol untuk memanfaatkan layanan darurat 110 dalam melaporkan gangguan keamanan secara cepat.
Selain itu, Polri juga tengah mengembangkan fitur panic button khusus bagi pengemudi ojol untuk meningkatkan perlindungan terhadap pekerja transportasi berbasis aplikasi.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyampaikan sejumlah dukungan Polri kepada komunitas buruh dan ojol.
Dukungan tersebut meliputi : layanan kesehatan di RS Bhayangkara, pembentukan Desk Ketenagakerjaan di tingkat Polda dan Polres, penguatan perlindungan pekerja, termasuk jaminan kecelakaan kerja
Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri dalam memperluas pelayanan kepada masyarakat.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kapolri memastikan kesiapan Operasi Ketupat di seluruh wilayah Indonesia.
Polri akan menyiapkan Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu di jalur-jalur mudik guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.
Kapolri juga mendorong perusahaan aplikator ojek online untuk menyediakan program mudik gratis bagi para pengemudi sebagai bentuk dukungan sosial kepada pekerja transportasi.
Peserta apel berasal dari berbagai platform transportasi online, antara lain : Maxim, Grab, Gocar, Shopee dan Gojek
Selain itu, kegiatan ini juga diikuti sejumlah organisasi buruh seperti : KSPSI Sumsel 1973, KASBI Sumsel, KSPSI Sumsel AGN, SPPLNI-KPBI dan NIKUEBA-KSBSI


