Salat Istisqa Digelar di Griya Agung, Pemprov Sumsel Siapkan Langkah Antisipasi Kemarau

“Kita terjaga baik kondusivitas antarwarga, hablumminannas antarwarga terjaga, dan kita dilepaskan dari bencana lainnya, termasuk seperti yang terjadi di NTT,” katanya.
Pada kesempatan itu, Herman Deru sekaligus mengimbau seluruh kelompok masyarakat untuk memberikan perhatian dan bantuan kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sedang membutuhkan dukungan lebih.
“Untuk itu saya mengimbau semua kelompok masyarakat agar dapat memberikan perhatian dan bantuan kepada saudara kita di NTT yang dalam kondisi sangat membutuhkan perhatian lebih,” ujarnya.
Menghadapi kondisi kemarau dan karhutla, Herman Deru menegaskan bahwa saat ini bukan waktunya untuk saling menyalahkan, mencaci maki, maupun mencari pihak yang harus dipersalahkan.
Sebaliknya, ia meminta seluruh elemen masyarakat memperkuat kegotongroyongan, melakukan berbagai upaya nyata, serta memperbanyak doa.
“Dalam kondisi ini juga dibutuhkan kegotongroyongan, upaya, doa. Bukan saatnya menyalahkan dan caci maki. Karena kita hidup di udara yang sama, di alam yang sama,” tegasnya.
Herman Deru juga meminta para bupati, wali kota, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Sumsel untuk turut menyelenggarakan salat Istisqa sebagai bagian dari ikhtiar dan doa bersama.
“Saya minta bupati, wali kota, Forkopimda untuk menyelenggarakan salat Istisqa. Terima kasih atas keikhlasan bapak dan ibu sekalian mengikuti salat Istisqa. Mudah-mudahan apa yang kita upayakan dan doakan dapat berjalan sesuai harapan kita,” katanya.
Sementara itu, salat Istisqa di Griya Agung dipimpin oleh Dr. H. Abdurahman Ramli, S.Ag., M.Pd.I.
Dalam khutbahnya, Imam salat Istisqa mengajak masyarakat melakukan introspeksi diri dengan menghentikan sikap iri, dengki, dan sombong. Masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Jamaah turut diajak untuk bertaubat kepada Allah SWT agar senantiasa mendapatkan rahmat dan pertolongan-Nya.
“Bertaubatlah kepada Allah agar Allah senantiasa memberikan rahmat,” demikian pesan dalam khutbah tersebut.
Dalam khutbah itu juga disampaikan bahwa manusia tidak pernah mengetahui secara pasti apakah salat dan doanya diterima oleh Allah SWT. Namun, satu hal yang pasti, manusia senantiasa membutuhkan pertolongan Allah SWT.
“Kita tidak tahu salat atau doa kita diterima Allah, namun yang kita tahu kita sangat butuh Allah,” pesan dalam khutbah tersebut.
Melalui pelaksanaan salat Istisqa, Herman Deru berharap ikhtiar lahir dan batin yang dilakukan secara bersama-sama dapat membawa kebaikan bagi masyarakat Sumsel.
Ia juga berharap hujan segera turun, kondisi lingkungan membaik, serta seluruh masyarakat dapat melewati musim kemarau dengan tetap bersyukur, tabah, dan saling membantu.














